30 April 2020, 11:55 WIB

Ganjar Pranowo Gencarkan Jaga Jarak


Haryanto Mega | Nusantara

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, gencar melakukan sosialisasi penerapan jaga jarak antarpedagang di pasar. Bahkan pihaknya telah meminta bupati dan wali kota menerapkannya. Hal itu dilakukan dalam upaya untuk mengurangi kerumuman guna menekan persebaran covid-19.

Praktik penerapan jaga jarak di pasar sudah dilakukan di Pasar Salatiga. Lalu, yang terbaru adalah Pasar Bintoro Demak.

Di pasar yang terletak di Jalan Sultan Patah Demak ini, pemberlakuan jaga jarak sudah berlangsung dua hari dengan menempatkan pedagang di tengah jalan. Tepatnya mulai Rabu (29/4) pukul 01.00 WIB.

Baca juga: 4 WNA Asal India di Yogyakarta Positif Covid-19

Pasar Bintoro Demak adalah pasar pagi yang mayoritasnya diisi oleh pedagang
yang berjualan sayuran, ikan, buah, hingga aneka kebutuhan sembako. Pasar tradisional ini selalu ramai, mulai dini hari sekitar pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Dari pantauan di lokasi terlihat ada dua baliho peringatan pencegahan virus korona terpasang di pagar dekat pintu utama pasar. Di baliho tertulis kalimat berbahasa Jawa yang bernada imbauan kepada pedagang yang berjualan di luar pasar. Mereka diminta untuk menempati atau membuka dasaran di tempat yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak. Lokasinya mulai dari jalan depan pasar sampai jembatan Kracaan hingga jembatan Pecinan.

Para pedagang yang biasa menempati tepian jalan sepanjang pasar itu akhirnya berpindah ke tengah jalan. Jadi, Pemkab memanfaatkan badan jalan raya ini untuk dipakai para pedagang. Ada sekitar 110 kotak yang berada di sepanjang jalan depan gedung Pasar Bintoro.

Mereka menempati lahan kotak yang diberi garis pembatas dan nomor. Ukuran 'lapaknya' 2 meter x 2 meter. Jarak antara pedagang satu dengan lain sekitar 1,5 meter hingga 2 meter. Kebijakan ini untuk mengantisipasi kerumunan.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bintoro Demak, Abdul Fatah penataan pedagang dengan menjaga jarak ini memang berdasarkan imbauan dari pemerintah daerah. "Sebelumnya, mereka berhimpitan satu sama lain. Pengaturan ini untuk mengurangi penyebaran covid-19," kata Fatah di lokasi, Kamis (30/4). (OL-14)

BERITA TERKAIT