30 April 2020, 10:28 WIB

​​​​​​​BI: Uang Beredar Meningkat 12,1% pada Maret 2020


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Maret 2020. Peningkatan tersebut tercatat tumbuh 12,1% year on year (yoy) atau senilai Rp6.440,5 triliun.

Diketahui bahwa pertumbuhan ini memiliki angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Februari 2020 yang hanya sebesar 7,9% (yoy). Akselerasi pertumbuhan M2 disebabkan oleh peningkatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham.

BI mencatat M1 mengalami peningkatan dari 8,6% (yoy) pada Februari 2020 menjadi 15,4% (yoy) pada Maret 2020. Peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan giro rupiah.

"Sementara itu, pertumbuhan uang kuasi pada Maret 2020 meningkat, dari 7,5% (yoy) pada Februari 2020 menjadi 10,8% (yoy). Peningkatan juga terjadi pada pertumbuhan surat berharga selain saham, dari 34,7% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 44,6% (yoy) pada Maret 2020," tulis BI dari laman resmi, Kamis (30/4).

Baca juga: Meskipun IHSG Menguat, Ada Potensi Pergerakan Fluktuatif

Sementara itu, berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Maret 2020 disebabkan oleh peningkatan aktiva luar negeri bersih, ekspansi operasi keuangan pemerintah, dan realisasi kredit.

Tercatat pertumbuhan aktiva luar negeri bersih pada Maret 2020 sebesar 13,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2020 sebesar 9,9% (yoy).

"Selain itu, pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat juga meningkat, dari 11,9% (yoy) pada Februari 2020 menjadi 14,5% (yoy) pada Maret 2020. Terakhir, penyaluran kredit pada Maret 2020 meningkat sebesar 7,2% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,5% (yoy)," pungkas BI. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT