30 April 2020, 09:04 WIB

Pasar Pagi Salatiga Ditata Ulang Cegah Covid-19


Akhmad Safuan | Nusantara

PASAR Pagi di Kota Salatiga, Jawa Tengah ditata ulang. Sebelumnya para pedagag menggelar dagangan berhimpitan dan berjubel, kini mulai ditata.Seluruh pedagang dan warga yang beraktivitas di pasar wajib memakai masker. Pemerintah Kota Salatiga menata Pasar Pagi agar selain perekonomian tetap hidup, juga bisa menekan penularan virus korona. 

Untuk menciptakan suasana lebih longgar ini, selain memanfaatkan halaman pasar, ratusan pedagang sayuran, buah-buahan dan kebutuhan lainnya diberikan ruang lebih luas yakni menggelar dagangan pada pukul 01.00-O6.00 WIB di depan pasar. Setiap pedagang hanya boleh menempati petak lapak di jalan yang diberi pembatas dengan cat kuning yang diatur saling berjarak. Demikian juga seluruh warga yang beraktivitas di pasar itu juga wajib bermasker.

"Jika tidak menggunakan masker siapapun dilarang masuk areal pasar,"kata seorang petugas pengawas.

Seorang pedagang sayuran, Mutmainah,52 mengatakan dengan penataan seperti ini terasa lebih longgar dan menyenangkan karena tidak ada lagi saling berebut pembeli dan berjubel-jubel seperti sebelumya.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan dalam upaya mencegah penyebaran covid-19 namun ekonomi warga tetap harus bergerak, langkah ditempuh adalah penataan pasar karena di pasar merupakan tempat bertemunya banyak orang. Pedagang dan pembeli sekaligus sumber roda perekonomian rakyat.

"Tidak butuh waktu lama dan biaya besar untuk menata, saya bersyukur karena warga menyadari dan patuh ikuti protokol kesehatan meskipun hanya diberitahukan secara lisan," kata Yuliyanto,Rabu (29/4)

baca juga: DPRD Sayangkan Foto Bupati Jember Muncul di Karung Beras Covid-19

Selain menata ulang pasar, lanjut Yuliyanto, dengan lapak yang diberi jarak, wajib bermasker juga di setiap sudut strategis disediakan tempat cuci tangan berikut sabunnya. Warga dan pedagang bisa cuci tangan saat usai berbelanja dan selesai berjualan. (OL-3)

BERITA TERKAIT