30 April 2020, 11:30 WIB

Elon Musk Sebut Aturan Karantina Fasis


Basuki Eka Purnama | Internasional

BOS Tesla Elon Musk, Rabu (29/4), menyebut kebijakan karantina terkait pandemi covid-19 sebagai aksi fasis, melanggar kebebasan penduduk, dan akan merusak perekonomian.

Miliarder itu mengecam kebijakan pemerintah yang menyebabkan terhentinya produksi mobil Tesla di California sebelum dirinya tidak mengetahui kapan produksi bisa dimulai lagi.

Musk kemudian mengecam kebijakan di luar rumah dan menyebutnya sebagai, "Pemenjaraan warga di rumah mereka dan melanggar hak konstitusional mereka. Hal itu tidak benar."

Baca juga: Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Inggris Kini Ketiga di Dunia

"Ini sungguh keterlaluan. Kebijakan ini bukan hanya merugikan Tesla namun perusahaan-perusahaan lain. Meski semua orang akan melalui pandemi ini, banyak perusahaan kecil yang akan mati," lanjutnya.

"Melarang orang ke luar rumah dan mengancam menangkap mereka jika melanggar adalan kebijakan fasis. Itu tidak demokratis. Ini bukan kebebasan," pungkas Musk. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT