30 April 2020, 08:06 WIB

FDA Akan Setujui Remdesivir Sebagai Obat Pasien Covid-19


Antara | Internasional

BADAN Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) kemungkinan akan mengeluarkan persetujuan darurat untuk remdesivir sebagai obat bagi pasien terinfeksi covid-19.

Perkembangan baru itu diungkapkan oleh seorang pejabat senior FDA, Kamis (30/4). Dr. Anthony S. Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan pada Rabu (29/4), percobaan federal menunjukkan bahwa pengobatan dengan remdesivir, obat antivirus eksperimental, dapat mempercepat pemulihan pada pasien yang terinfeksi coronavirus.
  
Jika benar FDA memberikan persetujuan, maka obat yang dibuat oleh Gilead Sciences itu bisa menjadi obat pertama yang disetujui untuk covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus korona baru. Otorisasi darurat oleh FDA tidak sama dengan persetujuan obat resmi oleh badan itu.

Ketika pemerintah federal mengumumkan darurat kesehatan masyarakat, FDA dapat menyetujui obat atau tes tertentu untuk mengatasi keadaan darurat jika tidak ada alternatif lain. Apalagi saat ini belum ada obat efektif untuk melawan covid-19. Presiden AS Donald Trump berharap FDA segera menyetujui obat tertentu untuk tangani covid-19.
  
"Kami ingin semuanya aman, tetapi kami ingin melihat persetujuan yang sangat cepat, terutama dengan hal-hal yang berfungsi" katanya dalam pertemuan dengan eksekutif perusahaan di Gedung Putih.
 
 Sejak dimulainya pandemi covid-19, FDA telah bekerja untuk memfasilitasi pengembangan dan ketersediaan penanggulangan medis dan peralatan untuk digunakan oleh pasien, penyedia perawatan kesehatan, dan sistem perawatan kesehatan secepat dan seaman mungkin. Termasuk perangkat tes darah hingga respirator.

baca juga: Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Inggris Kini Ketiga di Dunia

FDA telah bekerja dengan lebih dari 300 pengembang alat tes untuk mendeteksi virus, termasuk banyak yang sudah memberi tahu FDA bahwa mereka telah mengembangkan tes serologis untuk mengidentifikasi individu yang memiliki antibodi terhadap virus dari masa lalu atau saat ini. Namun, sampai saat ini belum ada obat yang direkomendasikan khusus untuk pengobatan covid-19.
  

BERITA TERKAIT