30 April 2020, 06:10 WIB

Tenaga Medis Segera Mendapat Insentif


Ata/X-8 | Humaniora

PEMERINTAH mengeluarkan payung hukum untuk pemberian insentif dan santunan bagi tenaga kesehatan yang menangani kasus covid-19 lewat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/278/2020 tertanggal 27 April 2020.

“Iya, sudah ada keputusan menteri tentang insentif bagi tenaga kesehatan yang ikut dalam penanganan covid-19,” ujar Sekretaris Badan
Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Trisa Wahyuni Putri, di The Media Hotel, Jakarta Pusat, kemarin.

Insentif dan santunan tersebut merupakan wujud apresiasi kepada tenaga medis yang berjibaku dalam menangani kasus covid-19. Adapun
besaran insentif didasarkan pada spesialisasi mereka. Untuk dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, serta tenaga medis lain Rp5 juta.

Insentif juga diberikan kepada tenaga medis di sejumlah institusi kesehatan baik pusat maupun daerah yang menangani covid-19. Periode pengusulan, imbuh Trisa, dilakukan sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Insentif diberikan sejak Maret hingga Mei 2020.

Trisa menjelaskan insentif hanya diperuntukkan tenaga medis yang berinteraksi langsung dengan pasien covid-19. “Proses pengajuaan dari rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit covid-19, nanti akan diverifikasi dan divalidasi terhadap dokumen yang dipersyaratkan.”

Ada enam persyaratan pencairan insentif. Pertama, surat tugas pimpinan rumah sakit disertai nominal insentif yang diusulkan. Kedua, melampirkan hasil verifikasi di tingkat pelayanan kesehatan.

Ketiga, melampirkan surat pernyataan melaksanakan tugas dari pimpinan rumah sakit. Keempat, surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari pimpinan rumah sakit. Kelima, surat keputusan tim verifikator yang ditetapkan pimpinan rumah sakit, dan terakhir, nomor rekening dari fasilitas pelayanan kesehatan pada bank pemerintah.

Kepala Biro Hukum Kemenkes, Sundoyo, menerangkan bahwa periode pemberian insentif bisa ditambah. Pemerintah juga akan memberikan santunan kematian sebesar Rp300 juta kepada tenaga medis yang tertular karena menangani pasien korona di fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang memberikan pelayanan covid-19. (Ata/X-8)

BERITA TERKAIT