30 April 2020, 06:00 WIB

Disiplin Kolektif Urgen


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MASIH banyaknya warga di sejumlah daerah yang mulai melanggar peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mendorong Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat.

Kepada Media Indonesia, kemarin, Doni mewanti-wanti seluruh warga di mana pun agar tidak lengah dan tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. “Bila kita disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan secara kolektif, kita bisa lebih awal mengakhiri wabah,” kata Doni.

Sebaliknya, kata Doni, apabila masyarakat masih terus melanggar peraturan PSBB, tentunya akan berdampak luas dan kita lebih lama dalam menangani pandemi covid-19.

Dia mengajak masyarakat tetap menjaga yang sehat harus tetap sehat, yang kurang sehat dirawat agar sehat, serta yang sakit diobati, juga selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Patuhi tetap di rumah saja. Semakin kita disiplin menaati protokol kesehatan, semakin cepat kita mengakhiri wabah covid-19,” tegasnya.

Peringatan Doni agar warga terus disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti PSBB yang sudah diterapkan di tiga provinsi dan 22 kabupaten/ kota itu cukup beralasan. Di sejumlah daerah masih ditemukan banyak warga yang tidak menaati PSBB.

Di Padang, Sumatra Barat, misalnya, disiplin warga untuk menjalankan PSBB sudah mulai kendur.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Dian Fakri, setelah tujuh hari penerapan PSBB, kian banyak warga keluar rumah. “Kebanyakan warga keluar rumah sore hari atau menjelang berbuka. Mereka umumnya berburu takjil.”

Sementara itu, di Cimahi, Jawa Barat, ditemukan seorang pemudik asal Surabaya menjadi sumber penyebaran covid-19. “Awalnya dia mengeluh sakit, lalu dirawat, setelah dirawat, dia ketahuan positif covid-19,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi,

Chanifah Listyarini, kemarin. Chanifah menyebutkan pihaknya langsung melakukan pelacakan (tracing) terhadap kontak erat pasien tersebut. Hasilnya, dua orang yang tinggal serumah dengan si pasien juga dinyatakan positif.

89 laboratorium

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan sudah ada 89 laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia aktif melakukan pemeriksaan covid-19.

Hingga kemarin pukul 12.00 WIB, spesimen terkait covid-19 yang diperiksa mencapai 86.985, yang berasal dari 67.784 orang, dengan hasil 9.771 kasus positif dan 58.013 kasus negatif. Pasien yang sembuh mencapai 1.391 orang dan yang meninggal 784 orang. “DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif, sembuh, dan meninggal terbanyak, ya itu 4.092 kasus positif, 440 orang sembuh, dan 370 orang meninggal,” ujar Yurianto.

Kemarin, Pemprov DKI Jakarta kembali melanjutkan rapid test terhadap 76.947 warga. Hasilnya, 2.954 orang dinyatakan positif dan 73.993 orang dinyatakan negatif. (Tim/X-10)

BERITA TERKAIT