30 April 2020, 05:30 WIB

Wapres Minta Umat Muslim Bersabar


Che/P-3 | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta umat muslim di Indonesia untuk bersabar dengan tidak pergi ke rumah ibadah demi mengurangi penyebaran virus covid-19. Wapres mengakui ujian kesabaran yang dihadapi umat muslim kali ini jauh lebih berat daripada masa sebelumnya.

“Saya kira ujian orang puasa sekarang diuji dan diminta ada penambahan kesabaran, termasuk untuk tidak Tarawih di luar rumah, tidak berjamaah di masjid, karena itu di daerah-daerah yang memang me­rah,” katanya di Jakarta, kemarin.

Ma’ruf berharap momen Ramadan kali ini dapat dijadikan peng­ingat dan peningkat ke­sabaran serta keikhlasan seluruh umat Islam untuk menjaga diri dan menghindari bahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Hal itu penting agar puasa tidak hanya membawa manfaat bagi individu, tapi juga bagi orang lain di sekitarnya.

“Oleh karena itu, di dalam bulan Ramadan ini mari kita tingkatkan kesabaran, keikhlasan, supaya puasa itu selain mempunyai nilai ibadah, juga mempunyai nilai sosial, nilai menjaga hubungan pergaulan,” jelas Wapres.

Ia berharap umat muslim bisa memberikan manfaat kepada orang lain terutama berusaha aktif memutus rantai penyebaran covid-19. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid-19. “Jangan seperti yang disebutkan Rasulullah, ‘Kam min shaimin laisa min shiyamihi illal ju’u wal ‘athasyu (banyak orang puasa, puasanya itu tidak mendapatkan apa-apa, melainkan lapar dan haus saja). Tidak mendapatkan pahala karena melakukan dosa-dosa dan tidak memberikan manfaat sosial,” jelasnya.

Terkait dengan kekhawatiran masih adanya masjid yang tetap menyelenggarakan ibadah salat Tarawih di tengah pandemi covid-19, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebutkan pihaknya menyarankan kepada pemerintah melalui Kementerian Agama untuk melakukan pendekatan langsung terhadap pengurus masjid yang masih membandel. “Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam kan bisa mengundang pengurus masjid untuk memberi penjelasan,” tandasnya. (Che/P-3)

BERITA TERKAIT