30 April 2020, 05:00 WIB

Liga Prancis Tentukan Nasib


Akmal Fauzi | Sepak Bola

WABAH korona memaksa Liga Belanda berakhir dini, akhir pekan lalu. Nasib serupa juga bisa menerpa kompetisi sepak bola di negara Eropa yang lain. Liga Prancis pun bakal menentukan nasib, hari ini.

Dewan Eksekutif Liga Prancis pada Selasa (28/4) waktu setempat menyatakan akan mengadakan pertemuan hari ini untuk menentukan nasib musim kompetisi sepak bola di negara itu menyusul pernyataan Perdana Menteri Renou Edouard Philippe. Wabah korona membuat pemerintahan Prancis memperpanjang lockdown hingga September dan menyatakan kompetisi sepak bola dan olahraga lainnya pada musim ini tidak bisa berlanjut.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) berharap dapat melanjutkan kompetisi domestik pada 17 Juni dan menyelesaikannya pada 25 Juli. Liga Prancis sudah dihentikan sejak 13 Maret.

Masih belum diketahui apakah Liga Profesional Prancis (LFP) akan menyelesaikan musim ini tanpa promosi atau degradasi dan tanpa juara. Sejauh ini, juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) memuncaki kompetisi terelite Ligue 1 dengan unggul 12 poin atas rival terdekat,  Marseille. Toulouse berada di dasar klasemen dengan terpaut 17 poin dari zona aman.

Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah meminta federasi-federasi anggota mereka untuk menyampaikan rencana kelanjutan kompetisi domestik, paling lambat pada 25 Mei. Baru Liga Jerman yang telah menyatakan segera menggulirkan kompetisi, 9 Mei mendatang.

Ketua klub PSG, Nasser Al-Khelaifi, menghormati keputusan pemerintah Prancis. “Tentu saja, kami mematuhi keputusan pemerintah Prancis. Kami berencana menyelesaikan Liga Champions Eropa dengan persetujuan UEFA.”

“Dengan persetujuan UEFA, kami bermaksud untuk ambil bagian dalam fase final Liga Champions di tempat dan pada tanggal itu akan diselenggarakan,” kata Al-Khelaifi.

PSG sejauh ini sudah lolos ke babak perempat final Liga Champions setelah mengalahkan Borussia Dortmund 3-2 secara agregat. “Jika tidak memungkinkan bermain di Prancis, kami akan memainkan pertandingan kami di luar negeri dan kami akan memastikan kondisi keamanan kesehatan untuk pemain dan semua staf kami,” lanjutnya.

Selain PSG, Prancis memiliki satu wakil lagi di Liga Champions, yakni Olympique Lyon. Tim asuhan Rudi Garcia masih berada di babak 16 besar dan belum memainkan laga kedua kontra Juventus.

UEFA amat mungkin masih akan melanjutkan Liga Champions 2019/2020. UEFA menargetkan kompetisi elite ‘Benua Biru’ itu rampung pada Agustus.

Berisiko

Kepala Komite Medis FIFA Michel D’Hooghe menyarankan otoritas sepak bola di setiap negara untuk tidak melanjutkan kompetisi musim ini dan bersiap untuk kompetisi musim depan.

Sebagai seorang dokter, dia skeptis tentang berlanjutnya liga di tengah pandemi korona. Bahkan, D’Hooghe mengusulkan jika memungkinkan, hindari bermain sepak bola dalam beberapa minggu mendatang.

“Ada risiko dan itu bukan risiko yang kecil. Ini konsekuensinya hidup dan mati,” kata D’Hooghe. Ia pun menambahkan, penularan antarpemain dan staf sangat mungkin terjadi di ruang ganti atau pada saat pertandingan berlangsung.

“Saya berbicara sebagai dokter medis, saya tidak harus berbicara sebagai penyelenggara pertandingan, tetapi untuk saat ini dari sudut pandang medis saya, saya akan sangat skeptis (dilanjutkan kompetisi),” lanjutnya. (AFP/Sky­sports/Goal/BBC/R-2)

 

BERITA TERKAIT