30 April 2020, 01:00 WIB

Enam Vaksin Covid-19 dalam Proses Uji Klinis


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan saat ini ada lebih dari 100 vaksin virus korona baru (covid-19) yang sedang  dikembangkan, beberapa di antaranya telah memasuki tahapan uji klinis. 

“Merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini lebih dari 120 vaksin dikembangkan di seluruh dunia dan enam di antaranya dalam proses uji klinis,” kata Retno dalam konferensi pers virtual Kemenlu, kemarin.

“WHO juga baru saja meluncurkan inisiatif access to covid-19 tools accelerators untuk mempercepat pengembangan dan produksi vaksin,” sambung Retno.
 
Retno mengatakan, pengembangan vaksin dan obat-obatan untuk penyakit virus korona sebaiknya terjangkau untuk rakyat semua negara. “Sasaran utama diplomasi Indonesia adalah mendorong kerja sama internasional untuk mewujudkan vaksin dan obat-obatan tersebut,” ungkap Retno.

“Pada saat nanti vaksin dan obat-obatan sudah selesai dikembangkan dan uji klinis telah selesai, yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah semua negara memiliki akses ke vaksin dan obat-obatan tersebut dengan harga yang terjangkau,” ujar Retno.


Rezim paten

Menurutnya, pertanyaan tersebut sangat relevan karena rezim paten internasional sering tidak kompatibel dengan keperluan umat manusia di seluruh dunia, terutama yang berasal dari negara berkembang dan less developed countries (LDC).

“Oleh karena itu, diplomasi Indonesia aktif memperkuat multilateralisme dengan tujuan utama saat ini mewujudkan akses yang berkeadilan bagi negara-negara berkembang dan LDC terhadap vaksin dan obat-obatan dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Dalam perlombaan di seluruh dunia untuk menemukan vaksin yang bisa menghentikan virus korona, laboratorium yang melakukannya
dengan cepat ada di Universitas Oxford. Para ilmuwan di Jenner Institute di Universitas Oxford memulainya dengan vaksin, setelah membuktikan dalam percobaan sebelumnya bahwa inokulasi yang serupa, termasuk satu tahun lalu terhadap virus korona sebelumnya, tidak berbahaya bagi manusia.

Itu memungkinkan mereka untuk melompat maju dan menjadwalkan pengujian vaksin virus korona baru mereka yang melibatkan lebih dari 6.000 orang pada akhir bulan depan. Pengujian tersebut diharapkan tidak hanya menunjukkan bahwa itu aman, tetapi juga berhasil.

Para ilmuwan Oxford mengatakan bahwa dengan persetujuan darurat dari regulator, beberapa juta dosis pertama vaksin mereka dapat tersedia pada September. Setidaknya beberapa bulan lebih awal dari upaya yang lain jika ituterbukti efektif. (Economic Times/Nur/I-1)

BERITA TERKAIT