29 April 2020, 21:51 WIB

Mau Jadi Kolaborator Lawan Korona di DKI? Ini Caranya


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) dalam menangani pandemi covid-19.

Program ini adalah panggilan terbuka untuk bersatu melawan virus korona atau covid-19 di DKI Jakarta selama Ramadan dengan mempertemukan masyarakat yang ingin memberi dan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Baca juga: Rapid Test 76.947 Warga DKI, 4% Positif Korona

KSBB ditujukan untuk membantu masyarakat Jakarta dengan ekonomi rentan terutama yang terdampak selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menjelaskan, program ini dapat diakses dan terbuka untuk publik melalui situs corona.jakarta.go.id/ksbb.

Baca juga: Ribut Jatah Bansos, Dua Warga Jakarta Utara Jadi Tersangka

"Program KSBB ini ditujukan kepada unit/lembaga, seperti RW rentan, Panti Sosial Asuhan Anak, Panti Sosial bagi Lanjut Usia, Panti Sosial Disabilitas, Pesantren, dan lokasi prioritas potensial lainnya. Seluruh informasi mengenai program KSBB terbuka untuk publik yang mana informasinya diperbarui secara berkala melalui situs corona.jakarta.go.id pada menu KSBB. Saatnya berkolaborasi dan bantu sesama melalui KSBB," ungkap Atika dalam keterangan resminya, Rabu (29/4).

Lebih lanjut, Kepala BLUD Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha, memaparkan langkah untuk bergabung dalam KSBB menjadi kolaborator Pemprov DKI Jakarta, sebagai berikut:

1. Akses situs

Akses situs corona.jakarta.go.id/platform-ksbb.

2. Memilih peta

Untuk ikut memberi bantuan, pengguna bisa memilih Peta KSBB dari menu KSBB. Kemudian, di dalam peta, pilih target penerima bantuan yang hendak dibantu (RW, Panti, Pesantren, dan lainnya).

3. Formulir komitmen

Isi formulir komitmen dengan estimasi bantuan yang ingin diberikan, seperti jenis, jumlah, dan jangka waktu. Lalu, submit komitmen bantuan. Masyarakat akan mendapatkan kontak penanggung jawab lokasi yang dituju. Segera hubungi dalam waktu kurang dari 2x24 jam dan koordinasikan rencana penyaluran bantuan.

4. Jenis bantuan

Penyaluran di lapangan untuk jenis bantuan Makanan Siap Saji harus diantarkan secara langsung dengan koordinasi realisasi bantuan melalui RW.

5. Sampaikan konfirmasi

Jika sudah menyalurkan bantuan, kolaborator harap menyampaikan konfirmasi penyaluran bantuan ke dalam sistem, dengan mengisi formulir realisasi penyaluran (gambar search box Laporkan penyaluran donasi). Informasi ini akan menjadi informasi publik yang dilaporkan secara berkala.

Plt Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata menyampaikan, bentuk bantuan ditentukan oleh setiap kolaborator yang hendak berpartisipasi untuk membantu sesama.

Namun, Pemprov DKI Jakarta turut menyediakan referensi bentuk bantuan prioritas KSBB di bulan Ramadan ini.

Adapun bentuk bantuan yang dapat diberikan, yakni:

1. Paket Makanan Siap Saji Pagi-Malam senilai Rp45.000/orang/hari

Nasi, sayur, lauk pauk, minuman segar, takjil (untuk berbuka puasa) atau bentuk lain yang setara dengan asumsi 1 KK berisikan 4 orang.

2. Paket Sembako Rp200.000/KK/minggu

Beras 5 Kg, minyak goreng 2L, tepung terigu 1 Kg, susu kental manis 1 kaleng, gula pasir 1 Kg, teh dan kopi instan, sarden 1 kaleng, mi instan 5 bungkus, margarin 200 gran, kurma 500 gram atau bentuk lain yang setara.

3. Paket Lebaran Rp85.000 (hanya 1x).

Sirup 580 ml, biskuit, gula pasir, teh, nata de coco atau bentuk lain yang setara.

4. Paket THR uang tunai

Senilai Rp50.000/orang atau Rp200.000/keluarga (hanya 1x) dengan asumsi 1 KK berisikan 4 orang.

Bantuan pangan, kata Andhika, harus dalam kondisi baik, higienis, dan halal. Untuk bantuan dalam bentuk sembako diberikan dengan ketentuan masa kedaluwarsa yang cukup. "Bantuan juga harus terbebas dari politik, ras, dan informasi hoaks." (X-15)

 

BERITA TERKAIT