29 April 2020, 21:50 WIB

Ada Wabah, MRT Jakarta Pastikan tidak PHK Karyawan


Putri Anisa Yuliani | Ekonomi

JUMLAH penumpang MRT Jakarta turun drastis seiring penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penularan covid-19.

Di awal Maret jumlah penumpang MRT mencapai 109.873 orang tepatnya pada 6 Maret. Jumlahnya terus menurun seiring PSBB dilakukan hingga kini hanya terdapat 4.134 orang penumpang yang menggunakan MRT.

Meski ada penurunan jumlah penumpang yang berdampak pada turunnya pendapatan, PT MRT Jakarta memastikan tidak akan mem-PHK karyawannya.

Dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta yang berlangsung melalui rapat virtual, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan PHK tidak bisa dilakukan terhadap 699 karyawan karena tidak mudah mencari karyawan yang sudah memiliki keterampilan mengenai transportasi khususnya MRT ketika nantinya situasi sudah normal kembali.

"Mereka adalah karyawan yang well-trained. Sulit dan tentunya butuh waktu untuk mencari karyawan seperti itu ketika nanti kita sudah beroperasi normal," ungkap William, Rabu (29/4).

Selain itu, saat ini meski ada PSBB, MRT Jakarta juga tetap harus menjaga standar pelayanan minimum (SPM). Karena masih ada enam unit stasiun yang masih beroperasi melayani penumpang.

"Kita tetap harus jaga SPM kita, ketepatan waktu dan pelayanan lainnya. Sehingga kita memastikan kita memproteksi karyawan kita," papar William.

Namun, dengan adanya wabah, PT MRT Jakarta yang sempat hendak menambah jumlah karyawan hingga 780 orang pada tahun ini. Penambahan karyawan tersebut rencananya untuk menambah dari segi pelayanan.

"Rencana itu harus ditunda dulu sampai tahun depan. Jadi tahun ini tidak ada penambahan karyawan," tukasnya.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT