29 April 2020, 21:46 WIB

Kemensos Bentuk Relawan Pendamping Korban Covid-19


Ihfa Firdausya | Humaniora

KEMENTERIAN Sosial membentuk tim relawan sosial pendamping tenaga medis dan keluarga korban covid-19. Hal ini sebagai upaya pemerintah memperhatikan segi psikososial keluarga korban covid-19.

Menurut Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Kesejahteraan Sosial (BP3KS) Syahabuddin, secara emosional mereka terganggu karena harus terpisah akibat isolasi, stigma, dan perlakuan yang tidak pantas yang mugkin timbul dari lingkungan.

“Kita tahu tenaga medis merupakan garda depan yang rentan tertular covid-19, salah satunya dari pasien yang ditanganinya. Sementara bagi keluarga penderita juga perlu pendampingan,” kata Syahabuddin dalam jumpa pers di Kementerian Sosial, Rabu (29/4), seperti dikutip dari keterangan resmi.

Oleh karena itu, Kemensos melakukan perekrutan relawan dengan nama program “Poltekesos Bandung Memanggil”.

"Mereka yang dilibatkan sebagai relawan adalah unsur dosen, alumni Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung dan mahasiswa jurusan Kesejahteraan Sosial,” jelas Syahabuddin.

Rekrutmen berhasil mencatatkan 415 relawan yang berasal dari berbagai daerah, dengan asal peserta dari Bandung, Kendari, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Utara, dan Makasar.

“Pelatihan dilaksanakan minggu kedua bulan April 2020. Pelatihan dilakukan secara online dengan mengacu pada protokol volunter Covid-19, dengan bekerja sama dengan sejumlah pihak,” kata Syahabuddin.

Usai pelatihan, peserta langsung bertugas di lapangan untuk menjadi relawan tenaga pendamping.

Pada tahap awal, tim inti dari Poltekesos Bandung melakukan pendampingan pada perespon garda terdepan program “Bandung Bangkit” dengan sasaran klien sebanyak 40 orang. Mereka adalah para camat, lurah dan aparat terkait.

Berikutnya, tim inti siap berkarya di lapangan dalam desk relawan penanganan covid-19 milik BNPB. “Direncanakan para relawan akan bekerja hingga pandemi covid-19 berakhir,” katanya.

Menurut Syahabuddin, dalam menjalankan tugasnya, relawan dibagi menjadi beberapa kelompok. Antara lain pekerja sosial senior menangani pendampingan bagi para dokter, pekerja sosial alumni Satuan Bakti Sosial Mahasiswa (SBSM) mendampingi perawat, pekerja sosial Ikatan Alumni/Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) mendampingi keluarga, dan mahasiswa jurusan Pekerjaan Sosial akan mendampingi relawan.

Para relawan tenaga pendamping sosial ini bekerja menggunakan metode berbasis tehnologi informasi (IT) dengan memberikan layanan dalam jaringan (daring). Adapun layanan pendampingan yang dilakukan meliputi konseling online, managemen stress, debriefing, dan moral support.

"Sejauh ini relawan sosial pendampingan bagi tim medis dan keluarga korban covid-19 saat ini sudah mulai berjalan," pungkas Syahabuddin. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT