29 April 2020, 21:13 WIB

Mangkrak 10 Tahun, 2 Gedung di RSA UGM segera Tempat Isolasi


Agus Utantoro | Nusantara

MENTERI PUPR Basuki Hadimoeljono meninjau pembangunan gedung di Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada di Kronggahan, Sleman, yang akan digunakan untuk menangani pasien virus korona atau covid-19. Dua gedung baru ditarget selesai pada 27 Mei.

"Saya ke sini atas permintaan pak Rektor dan surat keputusan Gubernur  DIY bahwa RSA sebagai sebagai RS rujukan covid, dua gedungnya akan digunakan penanganan covid-19," kata Basuki di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (29/4).

Basuki menjelaskan, gedung darurat covid-19 ini memiliki 107 kamar untuk  isolasi ICU dan ruang rawat inap.

Baca juga: Gaji Pegawai PD Pembangunan Medan Dipotong 80%

Ia menjelaskan, pembangunan gedung darurat covid-19 di RSA UGM dapat  cepat diselesaikan karena sudah ada kontruksi bangunan yang dibangun sejak 2010.

"Sudah uji teknis, beberapa struktur perlu penguatan. Sementara panel sudah ada dan peralatan medis sudah siap. Semua sesuai rekomendasi Kemenkes," kata Basuki.

Pembangunan dua gedung baru ini dimulai sejak 20 April. "Sesuai dengan jadwal, 27 Mei akan sudah bisa dimanfaatkan dan mulai bisa beroperasi," katanya.

Baca juga: Enam Warga Pekalongan Klaster Gowa Dijemput Petugas Ber-APD

Ia menyebutkan pembangunan gedung darurat penanganan pasien covid-19 ini tidak berbeda jauh dengan pembangunan rumah sakit darurat covid-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau. "Di Pulau Galang ada 340 bed, sekarang terisi 150-an. Namun kita harus siap jika yang masuk lebih banyak. Kalau sedikit, justru alhamdulillah. Mudah mudahan bisa terlayani," katanya.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan dua gedung baru itu merupakan bekas gedung yang tertunda pengerjaannya sejak 10 tahun silam. "Sudah tertunda 10 tahun belum terselesaikan. Kami berharap gedung ini segera dimanfaatkan untuk penanganan dan penanggulangan covid-19," katanya.

Baca juga: Positif Narkoba, Wakapolsek Pancur Batu Dimutasi ke Polrestabes

Jika pandemi covid-19 telah selesai, kata Panut, gedung itu akan dimanfaatkan sesuai perencanaan semula untuk penanganan penyakit menular di RSA UGM. "Semoga gedung ini nantinya bermanfaat untuk orang banyak," ujarnya.

Direktur RSA Arief Budiyanto mengungkapkan pentingnya pembangunan gedung itu. "Sejak RSA ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan covid-19 pada 17 Maret, sudah ada 1.197 pasien yang kami periksa," katanya.

Dikatakan, selama masa pandemi, RSA UGM merawat empat pasien positif covid-19, tiga di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan satu pasien dalam masa perawatan.

Namun karena keterbatasan ruang isolasi, sekitar 15 orang WNA asal India dan 9 di antara mereka dinyatakan positif terpaksa dirujuk ke  RSUP Dr Sardjito. "Kapasitas ruang isolasi terbatas," katanya.
 
Dua gedung baru yang dibangun yakni Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira  berupa struktur beton bertulang yang sudah dibangun sejak 2010.

Bangunan seluas 7.120 meter persegi ini akan menyediakan 107 kamar pasien. Gedung yang masing-masing terdiri dari lima lantai ini akan diperuntukan sebagai ruang isolasi kritis, ruang perawatan PDP, ruang ganti medis, ruang istirahat tenaga kesehatan, dan ruang poliklinik covid-19. (AT/X-15)

BERITA TERKAIT