29 April 2020, 20:59 WIB

Kemensos Bentuk Tim Pendampingan Psikososial Terdampak Covid-19


mediaindonesia.com | Humaniora

Selain program jaring pengaman sosial, Kementerian Sosial juga bertindak nyata dalam upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Salah tindakan nyata Kemensos adalah pembentukan tim relawan sosial pendamping tenaga medis dan keluarga korban Covid-19.

“Kita tahu tenaga medis merupakan garda depan yang rentan tertular Covid-19. Salah satunya dari pasien yang ditanganinya. Sementara bagi keluarga penderita juga perlu pendampingan,” kata Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Kesejahteraan Sosial (BP3KS) Syahabuddin, dalam jumpa pers di Kementerian Sosial, Rabu siang (29/04/2020).

Sejalan dengan vonis sebagai penderita Covid-19, kata Syahabuddin, maka keluarga secara emosional akan terganggu karena harus terpisah akibat isolasi, stigma, dan perlakuan yang tidak pantas yang mugkin timbul dari lingkungan.

“Maka Kemensos melakukan perekrutan relawan dengan nama program 'Poltekesos Bandung Memanggil'. Mereka yang dilibatkan sebagai relawan adalah unsur dosen, alumni Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung, dan mahasiswa jurusan Kesejahteraan Sosial,” kata Syahabuddin.

Proses rekrutmen berhasil merekrut 415 relawan yang berasal dari berbagai daerah. Yaitu dari Bandung, Kendari, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Makasar.

“Pelatihan dilaksanakan minggu kedua bulan April 2020. Pelatihan dilakukan secara online dengan mengacu pada protokol volunter Covid-19, dengan bekerja sama dengan sejumlah pihak,” katanya.

Usai pelatihan, peserta langsung bertugas di lapangan untuk menjadi relawan tenaga pendamping. Namun di tahap awal yang dilakukan tim inti dari Poltekesos Bandung adalah melakukan pendampingan pada perespon garda terdepan program 'Bandung Bangkit' dengan sasaran klien sebanyak 40 orang. Mereka adalah para camat, lurah, dan aparat terkait.

Berikutnya, tim inti siap berkarya di lapangan dalam desk relawan penanganan Covid-19 milik BNPB. “Direncanakan para relawan akan bekerja hingga pandemi Covid-19 berakhir,” katanya.

Dalam menjalankan tugasnya, dilakukan pembagian yakni pekerja sosial senior menangani pendampingan bagi para dokter, pekerja sosial alumni Satuan Bakti Sosial Mahasiswa (SBSM) mendampingi perawat, dan pekerja sosial Ikatan Alumni/Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) mendampingi keluarga, dan mahasiswa jurusan Pekerjaan Sosial akan mendampingi relawan.

Para relawan tenaga pendamping sosial bekerja menggunakan metode berbasis teknologi informasi (IT), dengan memberikan layanan dalam jaringan (daring). Adapun layanan pendampingan yang dilakukan meliputi konseling online, manajemen stres, debriefing, dan moral support.

Sejauh ini relawan sosial pendampingan bagi tim medis dan keluarga korban Covid-19 saat ini sudah mulai berjalan. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT