29 April 2020, 19:01 WIB

Resmi, Piala Thomas dan Uber Digelar Oktober


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

BADMINTON World Federation (BWF) resmi mengumumkan jadwal penyelenggaraan final Piala Thomas dan Uber 2020. Perebutan supremasi bergengsi beregu putra dan putri dijadwalkan pada 3-11 Oktober 2020 di Aarhus, Denmark.

Melalui situs resminya, BWF menyatakan Piala Thomas dan Uber 2020 sempat dua kali diundur akibat pandemi covid-19. Situasi tuan rumah juga tidak kondusif untuk melaksanakan Piala Thomas dan Uber 2020. Apalagi, pemerintah Denmark melarang kerumuan berskala besar hingga akhir Agustus.

BWF dan Badminton Denmark telah berdiskusi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli kesehatan. Diketahui, sangat sulit untuk menyelenggaraan turnamen sebesar Piala Thomas dan Uber sebelum September.

Baca juga: Penghuni Pelatnas Bulutangkis Cipayung Bebas Covid-19

Pengurus Pusat Persatuan Bilutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) masih belum bisa menentukan langkah strategis dalam kejuaraan bergengsi ini. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, mengatakan pihaknya masih menunggu informasi jadwal turnamen sebelum Piala Thomas dan Uber 2020 digelar.

"Persiapan ke Piala Thomas dan Uber masih belum bisa ditentukan karena penyusunan strateginya tergantung jadwal turnamen sebelumnya. Kalau dilangsungkan Oktober, berarti kita punya waktu lima bulan lagi," jelas Budiharto, saat dikonfirmasi, Rabu (29/4).

Baca juga: Korona Meluas, BWF Tunda Semua Turnamen Bulu Tangkis

Budiharto menyebut kepastian jadwal yang ditentukan BWF akan menguntungkan tuan rumah. Sebab, mereka bisa menentukan langkah persiapan menuju kejuaraan. Berbeda dengan peserta dari negara lain, yang harus melihat dulu turnamen yang berlangsung sebelumnya.

Jika kepastian Piala Thomas dan Uber sudah keluar, BWF masih belum mengumumkan jadwal turnamen internasional lainnya. Idealnya, ada turnamen yang dilangsungkan sebelum turnamen sebesar Piala Thomas dan Uber. Sehingga, atlet bisa kembali ke atmosfer pertandingan setelah absen cukup lama.

"Memang akan lebih baik ada turnamen dulu sebagai pemanasan. Pemain juga perlu berada di situasi kompetisi untuk membuat mereka lebih siap, lebih terbiasa dan lebih terkondisi. Karena latihan tanpa kompetisi itu feel-nya beda," pungkas Budiharto.(OL-11)

BERITA TERKAIT