29 April 2020, 16:55 WIB

Soal Zoom, BSSN Rekomendasi Tambahan Keamanan


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Teknologi

MEREBAKNYA fenomena Zoom-Bombing yang menimpa pengguna aplikasi video conference Zoom membuat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) turut merespon hal tersebut.

Zoombombing sendiri adalah bentuk ancaman pada para pengguna zoom. Para peretas masuk lewat link yang disebarkan maupun celah keamanan yang ada.

Menurut Juru Bicara BSSN, Anton Setiyawan, demi mengantisipasi adanya Zoom Bombing, para pengguna aplikasi Zoom harus memiliki kesadaran keamanan informasi.

"Aplikasi perlu dipelajari fitur keamanannya dan dipertimbangkan risiko, keterbatasan dan kelebihannya terlebih dahulu sebelum digunakan," ucap Anton kepada Media Indonesia.

Selanjutnya, Anton pun berpesan pada setiap organisasi atau perusahaan yang menggunakan Zoom untuk berkomunikasi dengan pegawainya wajib menetapkan kebijakan keamanan informasi, yang memberikan pedoman mengenai prosedur, aturan dan panduan terkait penggunaan aplikasi video conference.

Anton menyarankan aplikasi Zoom hanya direkomendasi untuk pembicaraan yang bersifat umum, sehingga sebaiknya dihindari untuk penggunaan yang bersifat terbatas (kredensial).

"Fitur-fitur keamanan di Zoom perlu diaktifkan oleh pengguna jika akan menggunakan Zoom, karena secara default fitur-fitur tersebut belum diaktifkan," ucapnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT