29 April 2020, 16:52 WIB

Garuda Indonesia Kebingungan Bayar Utang Jatuh Tempo Juni Ini


Hilda Julaika | Ekonomi

PT Garuda Indonesia membenarkan tengah kebingungan dengan adanya utang mencapai US$ 500 juta yang jatuh tempo pada Juni 2020 ini. Keuangan perusahaan ini tengah goyah diperparah dengan dampak dari adanya pandemi covid-19 ini.

Menurut Direktur Utama (Dirut) Irfan Setiaputra, pihaknya bersama jajaran pemilik saham tengah mendiskusikan opsi-opsi yang akan diambil.

Baca juga:PT KAI Percepat Refund Tiket Via KAI Access

“Iya betul kami memiliki utang jatuh tempo bulan Juni. Ini pinjaman yang dibuat 5 tahun yang lalu sebesar US$ 500 juta,” Irfan saat menyampaikan laporan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisis VI DPR RI secara virtual, Rabu (29/4).

Lebih lanjut pihaknya memaparkan, terdapat 3 opsi terkait problem utang ini. Pertama, melakukan pelunasan. Lalu opsi kedua, meminta perpanjangan (extention). Ketiga, melakukan pembayaran dengan diskon.

Menurutnya, selain opsi pelunasan setiap opsi memiliki risiko yang bisa mengikuti setelah opsi diputuskan. Baik berupa risiko utama maupun risiko lainnya terkait dengan financial capability dari Garuda Indonesia.

“Ketiga opsi sedang kita bahas dengan pemegang saham baik pemerintah maupun CT Corps untuk bagaimana menangani kondisi utang yang jatuh tempo ini,” jelasnya.

Baca juga:Terdampak Pandemi, Pemerintah Siapkan Skema Perlindungan UMKM

Irfan mengatakan, diskusi dan negosiasi dengan pihak ketiga pun sedang dilakukan. Beberapa ada yang menyanggupi dari kemungkinan opsi-opsi tersebut. Namun, beberapa masih bergerak menggunakan ketentuan mereka yang lama. Namun, apabila tidak dicapai kesepakatan, Garuda Indonesia berkemungkinan mengembalikan pesawat pada pihak ketiga.

“Ini sedang lakukan diskusi. Beberapa sudah menyanggupi, beberapa masih bergerak menggunakan terms mereka yang lama. Satu opsi yang kita pakai apabila mereka tidak mau mengikuti terms kami, kami minta untuk kami kembalikan pesawat tersebut,” ungkapnya. (Hld/A-3)

BERITA TERKAIT