29 April 2020, 16:34 WIB

Tambah Anggran, KOI Minta Rincian Dana Olimpic Solidarity ke IOC


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Oktohari menegaskan akan minta rincian dana Olimpic Solidarity dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena adanya tambahan anggaran.

“Terkait penambahan anggaran, nanti saya minta breakdown dulu kepada IOC,” ungkapnya, Rabu (29/4) saat dihubungi.

Oktohari belum bisa memastikan jumlah anggaran yang bakal diberikan IOC dalam bentuk Olympic Solidarity itu, dia mengatakan tiap negara mendapatkan besaran yang berbeda.

“Sementara belum ada update, kita kan baru dengar ada penambahan anggaran dan belum melakukan komunikasi lebih lanjut dengan mereka,” tambanya.

Oktohari menjelaskan dana Olimpic Solidarity yang diberikan IOC rutin setiap tahun, dana tersebut diperuntukan untuk berbagai macam program kegiatan, dia menyebut beberpaa klasifikasi program yang memiliki jatah dari dana ini, yaitu untuk atlet, kepengurusan, organisasi, promosi olimpiade dan lainnya.

Menurut Oktohari, pencairan dana tersebut berdasarkan pengajuan dari Komite Olimpiade Nasional (NOC) kepada IOC, proposal pengajuan NOC harus disesuaikan dengan berapa banyak dana yang dialokasikan untuk NOC Indonesia.

“Programnya juga disesuaikan, jadi tidak bisa ada program yang beda-beda. Misalnya dana untuk pembinaan atlet tidak bisa dipakai untuk program lain, atau juga dana promosi olimpiade misalnya, itu tidak bisa dipakai untuk kegiatan lain,” terangnya.

Oktohari mengatakan saat ini KOI masih tahap berkomunikasi dengan organisasi pimpinan Thomas Bach itu untuk bisa mendapatkan dana bantuan dari program Olympic Solidarity.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) berkomitmen menambah subsidi kepada Komite Olimpiade Nasional sebagai persiapan Olimpiade 2020 Tokyo.

Dana yang dikucurkan IOC merupakan bagian dari Program Olympic Solidarity. Melalui situs resminya IOC menyebutkan dana kepada NOC mengalami peningkatan sebanyak US $ 10,3 juta atau Rp 160 miliar. Total dana yang disediakan oleh organisasi pimpinan Thomas Bach itu sebanyak US$ 57 juta atau Rp 877,8 miliar. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT