29 April 2020, 16:11 WIB

​​​​​​​Covid hingga Lockdown Jadi Nama Bayi di Tengah Pandemi


Nur Aivanni | Internasional

PERTAMA-TAMA ada Corona Kumar, kemudian Covid Marie: beberapa orangtua memberikan nama tersebut kepada bayi mereka yang baru lahir di tengah pandemi virus korona baru atau covid-19.

Mereka tampaknya tidak khawatir dengan kemungkinan bahwa anak-anak mereka selamanya akan dikaitkan dengan pandemi yang mematikan tersebut.

Ketika Colline Tabesa melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat di Bacolod, Filipina pada 13 April, dia dan suaminya John Tupas memutuskan untuk menandai peristiwa itu dengan menunjukkan rasa terima kasih.

"Covid-19 ini telah menyebabkan penderitaan yang besar di seluruh dunia," kata Tupas yang berusia 23 tahun, mengungkapkan kelegaan setelah persalinan istrinya berjalan lancar.

"Saya ingin namanya mengingatkan kita bahwa covid tidak hanya membuat kita menderita. Terlepas dari semua ini, sebuah berkat datang kepada kami," tambahnya. Yaitu, putri kecilnya yang diberi nama Covid Marie.

Tupas, ayah dari bayi Covid Marie, mengatakan bahwa meskipun ia menghadapi kritik di media sosial karena pilihannya yang tidak lazim, ia tidak akan terpengaruh.

"Dia mungkin mengalami intimidasi, tapi saya hanya akan mengajari putri saya untuk menjadi orang yang baik," katanya. 

"Kami tidak berpikir dua kali," tambahnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Singapura Lampaui Angka 15.000

Beberapa minggu sebelumnya, dua ibu di India memiliki ide yang sama untuk menamakan anak mereka, yang tampaknya didorong oleh seorang dokter di rumah sakit tempat bayi mereka dilahirkan. Yang satu dinamakan Corona Kumar dan lainnya Corona Kumari.

"Saya mengatakan kepada mereka bahwa ini akan membantu menciptakan kesadaran tentang penyakit itu dan menghilangkan stigma di sekitarnya," kata dokter S.F. Basha. 

"Saya terkejut, mereka setuju," tambahnya.

Tidak mau kalah, pasangan pekerja migran di timur laut India yang terdampar ribuan kilometer dari rumah mereka di negara bagian Rajasthan memutuskan untuk menamai anak mereka Lockdown.

"Kami menamainya Lockdown mengingat semua masalah yang harus kami hadapi selama masa sulit ini," kata media setempat mengutip perkataan sang ayah Sanjay Bauri. (AFP/A-2)

BERITA TERKAIT