29 April 2020, 16:03 WIB

Satpol PP DIY Imbau Donatur Jangan Membagikan Bantuan di Jalan


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

Para donatur di Yogyakarta disarankan jika akan menyalurkan bantuan bagi warga tidak mampu, sebaiknya di wilayah sekitar mereka saja, jangan di jalanan. Demikian saran Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad menyikapi banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ditemui jalanan Jogja, beberapa hari terakhir ini.

"Para donatur yang peduli terhadap warga terdampak Covid-19, utamakan memberikan bantuan kepada warga yang di sekitar lingkungan, jangan di jalan-jalan," kata dia di Komplek Kepatihan DIY, Rabu (29/4).

Baca Juga: Warga Keluhkan Kualitas Sembako

Pasalnya, timnya menemukan 61 orang PMKS di wilayah Kota Yogyakarta saat menggelar operasi malam hari. Mereka sedang menunggu sembako.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat para PMKS mau pulang kembali ke daerah mereka. Dia menengarai, para PMKS tersebut berasal dari luar DIY. Mereka masuk ke DIY diantar dengan kendaraan. "Kami sedang menyelidiki siapa yang mengedrop mereka," kata dia.

Noviar juga menyampaikan, larangan memberikan sumbangan kepada gelandangan dan pengemis sudah diatur dalam Perda Nomor 1 tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis.

Baca Juga: Distribusi Sembako Harus Tepat Sasaran

Dalam Perda tersebut juga ada sanksi yang bisa dikenakan, yaitu denda sebesar Rp1 juta atau kurungan tiga bulan. Namun, untuk situasi saat ini, pihaknya lebih mengedepankan imbauan kepada para donatur.

Noviar juga menyatakan, saat ini penanganan terhadap gelandangan dan pengemis tidak dapat maksimal karena camp assesment Dinas Sosial ditutup untuk menghindari kerumunan. (AT/OL-10)

BERITA TERKAIT