29 April 2020, 15:50 WIB

Kasus Covid-19 di Jakarta Menurun, PKS: Tetap Waspada


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Mulai menurunnya kasus baru positif covid-19 di Jakarta dan kurva penambahan kasus yang mulai melandai disyukuri Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta. Informasi positif ini menandakan kerja keras Gubernur DKI Jakarta beserta seluruh jajaran dan pihak terkait dalam mengendalikan dan mengurangi penyebaran covid-19 di Jakarta melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun kebijakan-kebijakan sebelumnya sudah mulai menuai hasil. Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin di Jakarta, Rabu (29/4).

Lebih lanjut Arifin mengatakan langkah tegas Gubernur DKI, yaitu dengan menutup kegiatan ekonomi di luar sektor yang diijinkan, memperpanjang masa belajar dan bekerja di rumah serta mengurangi operasional transportasi publik, turut berperan dalam pengurangan ini.

“Namun ingat, kita tetap harus waspada dan tidak berpuas diri. Perpanjangan PSBB yang ditetapkan oleh Gubernur DKI harus didukung dan diperkuat semua pihak, terutama masyarakat luas yang menjadi aktor utama dalam penerapan PSBB ini,” ujar Arifin.

Masyarakat, lanjutnya, harus bersabar untuk menahan diri mematuhi instruksi dan arahan yang ditetapkan dalam PSBB demi kebaikan bersama. Apalagi di Bulan Ramadan ini, masyarakat perlu lebih mematuhi aturan untuk tidak keluar jika tidak diperlukan. Perang melawan covid-19 ini butuh sinergi semua pihak untuk saling dukung.

“Jangan sampai karena ketidaksabaran kita, bulan Ramadan ini justru jadi pemicu munculnya gelombang ke-2 penularan covid-19 di Jakarta. Kita sama-sama berlindung kepada Allah, semoga tidak terjadi,” kata Arifin yang juga anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini.

Baca juga: Akhirnya, Iwan Fals Buat Album untuk sang Istri

Fraksi PKS, Arifin melanjutkan, juga meminta Pemprov DKI untuk menertibkan pusat-pusat penjualan makanan berbuka puasa yang biasanya ramai, tentang penggunaan masker, jarak antar pedagang maupun antrean pembeli, agar semua itu ditertibkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan prosedur PSBB.

“Termasuk para tokoh agama juga diharapkan bisa mengajak jamaahnya agar mematuhi imbauan pemerintah dan MUI agar melaksanakan ibadah, terutama tarawih di rumah saja, pada daerah-daerah kelurahan yang masuk zona merah di mana sudah ada kasus positif covid-19,” pungkas Arifin.

BERITA TERKAIT