29 April 2020, 12:47 WIB

Satu Lagi Anggota MIT Tertembak, 14 Orang Dalam Pengejaran


Mitha Meinansi | Nusantara

KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Tengah telah memakamkan satu jenazah yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus tindak pidana terorisme di pemakaman umum Poboya Indah, Kelurahan Poboya, Kota Palu pada Selasa (28/4). Sebelumnya polisi telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga. Almarhum diketahui bernama Rajif Gandi Sabban alias Rajes, anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT)  berasal dari Ambon, Maluku. Ia tewas dalam kontak tembak di pegunungan Padopi, 
Kabupaten Poso akhir pekan lalu. Bersama Rajes ada seorang temannya yang juga tertembak namun berhasil melarikan diri. Kini polisi masih mengejar 14 orang dari total 18 orang yang tergabung dalam kelompok sipil bersenjata,

Kasubbid PID Bidang Humas Polda Sulteng, AKP Winarto mengungkapkan dalam pemakaman almarhum Rajes disaksikan sepupunya dari Makassar, Sulawesi Selatan untuk melihat langsung proses pemakaman.

"Pemakaman jenazah almarhum dilakukan kerena pihak keluarga yang jauh dan tidak bisa membawa pulang jenazah ke kampung halamannya akibat adanya wabah virus korona. Sehingga Polda Sulteng berinisiatif untuk memakamkanya di Palu," ujar Winarto.

Menurutnya, musuh polisi adalah perbuatannya, bukan orangnya. 

"Sehingga itu kami memakamkan jenazah almarhum sesuai dengan kaidah-kaidah agama yang dipeluknya yaitu Islam," tutur Winarto.

Puluhan anggota Kepolisian dengan persenjataan lengkap ditugaskan untuk melakukan pengawalan ketat saat proses pemakaman jenazah almarhum Rajes, yang sebelumnya sempat dioutopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah. Dengan dimakamkannya jenazah tersebut, sampai saat ini sudah ada 8 jenazah anggota MIT yang makamkan di pemakaman umum, Poboya.

baca juga: Tentara Denpal Produksi Face Shield untuk Bantu 11 RS Covid-19

Satgas Tinombala hingga kini masih memburu belasan orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus tindak pidana terorisme. Mereka diyakini masih berada dan bersembunyi di kawasan hutan pegunungan Poso, Sigi dan Parigi Moutong. Belasan DPO itu merupakan kelompok sipil bersenjata MIT yang dipimpin Ali Kalora. Sebelumnya, mereka diketahui berjumlah 18 orang. Namun kini  jumlah mereka tersisa menjadi 14 orang, setelah 1 orang menyerahkan  diri, 2 orang tewas tertembak pada pertengahan April lalu, dan 1 orang tewas tertembak pada Sabtu 25 April 2020. (OL-3)

BERITA TERKAIT