29 April 2020, 11:59 WIB

Kasus Covid-19 Menurun, Pemkot Yogyakarta Tetap Waspada


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

WAKIL Wali Kota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan, data kasus covid-19 selama beberapa hari atau dua minggu terakhir di Kota Yogyakarta cenderung stabil dan trennya menurun. Walau demikian, pihaknya tetap waspada. Jika dilihat lebih dalam, 7 pasien positif Covid-19 sebenarnya berada di tiga keluarga saja. Kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pun angkanya cenderung turun. Bahkan, sekarang di angka 8 kasus PDP.

Kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) pun mengalami penurunan. Jika dibandingkan Maret, ODP bisa mencapai 200-300 kasus, tetapi dalam seminggu ini berkisar di antara 60-75 selalu naik turun.

"Kalau melihat kasusnya yg terlaporkan tersebut, maka bisa dikatakan dalam seminggu ini kasus covid-19 di kota Yogyakarta cenderung stabil dan tren menurun," jelas dia, Rabu (29/4).

Di sisi lain, Heroe membandingkan jumlah kasus yang cenderung menurun dengan semakin ramainya jalanan dan pasar-pasar tradisonal di Kota Yogyakarta. Dengan tren menurunnya kasus positif baru, artinya transmisi lokal tidak terjadi. Pasalnya, jika transmisi lokal sudah terjadi, di samping kasus PDP dan positif meningkat, angka ODP harusnya naik. Padahal, angka yg dilaporkan menunjukkan status cenderung turun.

Jika data angka-angka tersebut faktual, sudah saatnya kasus di kota Yogyakarta menurun terus. Apalagi jika larangan mudik dan pemeriksaan di setiap kota efektif, potensi angka kasunya akan terus menurun. Namun, Heroe tetap waspada karena bisa jadi data-data itu bukan faktual, tapi data sebenarnya tersembunyi. Ada yang suspect tetapi tidak diketahui. Tingginya kasus pada Maret 2020 juga dipengaruhi inisiatif warga datang ke fasilitas kesehatan terdekat ketika mengalami gejala sakit, seperti demam, batuk, dan sesak nafas.

Selama  Maret, antara 450-600 orang di Kota Yogyakarta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sehingga angka ODP dan PDP pun tinggi. Namun, pada akhir Maret sampai sekarang, warga yang berkunjung ke faskes terus menurun dari 100/hari kini sekitar 75 orang/hari.

"Jika yang terjadi adalah fenomena di masyarakat adanya kasus yang tersembunyi, kasus Covidf-19 masih menjadi ancaman besar," ujarnya.

Untuk meyakinkan angka yg dilaporkan itu faktual, Pemkot Yogyakarta melakukan rapid test lebih luas lagi.

baca juga: PSBB di Kota Cimahi Diklaim Berhasil

Jika selama ini fokus pada tenaga medis dan beberapa kasus lain, pelaksanaan rapid test akan menyasar ke semua pasien PDP, ODP dan orang tanpa gejala (OTG), termasuk pendatang atau pemudik. 

"Harapannya dalam minggu ini, Pemkot Yogyakarta akan memperoleh gambaran data yang sifatnya faktual sehingga bisa digunakan untuk memprediksi sampai berapa lama kasus covid-19 itu bisa teratasi," pungkas dia. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT