29 April 2020, 10:58 WIB

BI Prediksi Inflasi April 2020 akan Mencapai 0,18%


Despian Nurhidayat | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) memprakirakan tingkat inflasi pada bulan April 2020 akan mencapai 0,18% secara bulanan atau mtm. Sementara itu, secara tahunan inflasi diprediksi akan berada pada kisaran 2,78% yoy.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa prakiraan ini merupakan bagian dari Survei Pemantauan Harga (SPH) BI hingga minggu keempat April 2020 di 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia.

"Ini inflasi terkendali dan rendah, serta juga lebih rendah dari inflasi bulan bulan sebelumnya yaitu bulan Maret 2,96% dan Februari 2,98%," ungkapnya dalam video conference, Rabu (29/4).

Perry melanjutkan, dengan hasil pemantauan itu menunjukkan bahwa inflasi pada tahun ini akan tetap terkendali dan sesuai prakiraan akan berada di level 3% plus minus 1%.

Baca juga: IHSG Terangkat Jelang Pengumuman Kebijakan The Fed

Lebih lanjut, menurut hasil survei tersebut bawang merah menjadi biang kerok inflasi pada bulan April 2020 dengan inflasi 0,12%. Selain itu, emas, jeruk, dan gula pasir juga turut mendorong inflasi pada bulan April 2020 ini.

"Tapi ada komoditas yg menyumbang deflasi yaitu cabe merah 0,11% dan daging ayam 0,08%. Ini menunjukkan bahwa pasokan kebutuhan bahan pokok apalagi bulan Ramadan terpenuhi," ujar Perry.

Sementara itu, adanya peraturan PSBB di bulan Ramadan tahun ini diperkirakan menjadi pendorong stabilitas harga bahan pokok. Perry pun optimistis inflasi pada Ramadan tahun ini akan lebih rendah dari tahun sebelumnya.

"Perkiraan kami bahwa di bulan Ramadan tahun ini inflasinya lebih rendah dari pola historisnya pada tahun-tahun sebelumnya. Kenapa? memang dengan adanya PSBB di sejumlah wilayah Tentu saja Ini menurunkan juga tingkat permintaan sehingga itu juga menjadi bagian dari terkendalinya inflasi," pungkasnya. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT