29 April 2020, 09:57 WIB

RSUD Dr Moewardi Tambah Ruang Perawatan Covid-19


Widjajadi | Nusantara

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.Moewardi Solo menambah ruang perawatan khusus untuk antisipasi menerima lonjakan pasien covid-19. 

"Sejak kemarin (28/4), kami meresmikan Ruang Melati I sebagai perluasan ruang perawatan bagi pasien covid-19," kata Jubir RSUD Dr.Moewardi, Eko Haryati, Rabu (29/4).

Menurut dia, perluasan ini untuk antisipasi lonjakan pasien korona baru yang diperkirakan akan terjadi di bulan Mei. Cahyono Hadi selaku direktur RSUD Dr Moewardi tidak menginginkan pihaknya terlambat mengambil sikap dan tindakan, dalam perawatan pasien terpapar covid-19. Sebab, lanjut dia, sebagai rumah sakit rujukan tersier covid-19 di Jawa Tengah, rumah sakit milik Pemprov ini harus bersiap. Ruang Melati I Covid-19,  memiliki kapasitas total 57 tempat tidur, dilengkapi fasilitas ruang operasi, ICU, ruang bersalin, ruang perawatan bayi, anak dan dewasa, ruang hemodialisa atau cuci darah serta kamar jenazah semuanya khusus untuk pasien Covid-19.

Lebih jauh Eko memaparkan, ruang Melati I Covid-19 ini terletak di antara Posko Screening Covid dan Ruang Anggrek 1, sehingga wilayah ini termasuk zona merah dalam Rumah Sakit.

"Seperti standar WHO, ruangan ini didesain khusus yakni memiliki pintu serta jalur khusus untuk pasien dan petugas yang terpisah dari pasien umum," imbuh Emo.

Semua ruangan di Melati I Covid-19 ini memiliki tekanan udara negatif menggunakan hepafilter untuk mencegah penyakit menyebar melalui udara atau keluar dari ruang isolasi dan menginfeksi orang lain. Dengan kondisi yang didesai seperti itu,  tidak akan ada udara yang keluar dari ruang isolasi dan mengkontaminasi udara di luar.

Yang jelas, sejak ditetapkannya Kota Solo sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) pada tanggal 14 Maret 2020, jumlah pasien PDP maupun positif covid-19 yang dirawat di RSUD Dr Moewardi terus bertambah. Perluasan ruang perawatan covid-19 ini sebelumnya juga dilakukan di Ruang Anggrek 1, yang awalnya hanya memiliki dua  tempat tidur, pada Maret lalu sudah diperluas menjadi 51 tempat tidur.

Saat ini RSUD Dr. Moewardi dapat menampung 108 pasien covid-19 termasuk bayi dan anak-anak. Dengan perluasan ruang perawatan ini berdampak pada sumber daya manusia serta kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas.

Lebih jauh diungkap Eko, kelangkaan APD terutama masker bedah dan masker N95 saat ini masih menjadi perhatian khusus manajemen. 

"Meskipun masyarakat sudah aktif dalam berdonasi, namun kebutuhan APD ini sangat tinggi sehingga RSUD Dr Moewardi juga mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Pusat dalam hal pemenuhan kebutuhan masker," ujarnya.

baca juga: Polda Babel Kembali Bagikan Bansos ke Bangka Tengah

Pada bagian lain, Eko mengimbau masyarakat untuk semakin sadar pada protokol kesehatan, sebagai  memutus rantai penyebaran Covid-19, yakni tetap tinggal di rumah , jangan mudik dulu, jaga jarak, dan selalu gunakan masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Cara disiplin seperti itu,diyakini mampu menekan jumlah pasien dapat di tekan dan bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit. (OL-3)

BERITA TERKAIT