29 April 2020, 14:00 WIB

Davies Kumpulkan Dana untuk Para Pengungsi


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

PEMAIN Bayern Muenchen Alphonso Davies mengatakan akan menjadi sebuah bencana jika covid-19 mencapai kamp pengungsian, seperti tempat dia dilahirkan.

Pesepak bola berusia 19 tahun itu lahir di sebuah kamp pengungsian di Ghana setelah orangtuanya melarikan diri dari perang sipil di Liberia.

Keluarganya kemudian berimigrasi ke Kanada saat Davies berusia lima tahun.

Baca juga: Franz Beckenbauer Lolos dari Jerat Hukum

Kepindahan itu terjadi berkat jasa badan pengungsi PBB (UNHCR). Karenanya, Davies mengumpulkan dana untuk UNHCR dengan memainkan laga virtual pada Sabtu (25/4).

Lawan Davies adalah penjaga gawang AC Milan Asmir Begovic. Kiper berusia 32 tahun itu juga merupakan mantan pengungsi. Dia melarikan diri ke Jerman dari Bosnia saat masih kanak-kanak sebelum akhirnya tiba di Kanada.

Keduanya berhadapan dangan turnamen eFootball PES2020 yang digelar UNHCR untuk membantu 70 juta pengungsi di dunia.

"Saat ini, fokusnya adalah mengumpulkan uang untuk membantu para pengungsi," ujar Davies.

"Pastinya melakukan social distancing sulit bagi mereka mengingat padatnya kamp pengungsian. Jika covid-19 menghantam salah satu kamp pengungsi, itu akan menjadi bencana."

"SAya ingin menggunakan posisi saya untuk membantu sebisa mungkin. UNHCR membanctu saya karena saya ingin membalasnya," imbuhnya.

Laga daring itu sukses mengumpulkan dana sebesar 9 ribu euro. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT