29 April 2020, 09:20 WIB

Ini Alasan Anies tak Ingin Umbar Penurunan Kasus Covid-19 Jakarta


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan penyebab dirinya tak mau buru-buru mengumumkan pertambahan kasus covid-19 di Jakarta yang mulai menurun.

Anies mengatakan tak ingin masyarakat mengendurkan kedisiplinan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlaku di Jakarta. Apalagi kedisiplinan itu dicapai dengan sangat sulit karena harus terlebih dulu membangun kesadaran.

"Kami tidak mau ketika kami umumkan kasus menurun lalu semua kedisiplinan yang dibangun mengendur. Orang berbondong-bondong keluar rumah. Kita tunggu dulu," ungkap Anies di Jakarta, Selasa (28/4).

Anies mengakui ada penurunan laju peningkatan kasus covid-19 di Jakarta. Pun dengan jumlah pemakaman dikatakannya ada tingkat penurunan.

Namun, ia tak mau buru-buru mengatakan hal tersebut adalah hasil dari PSBB yang dilakukan. Ia juga tidak mau buru-buru mengambil keputusan untuk melonggarkan PSBB Jakarta karena kasus telah menurun.

Baca juga: PSI Tuntut Dinsos Serius Tangani Masalah Tunawisma karena PHK

Ia mengambil contoh Singapura yang sebelumnya dikatakan sukses mengendalikan penularan kasus covid-19. Dalam menghadapi wabah, awalnya Singapura tidak menerapkan karantina wilayah.

Negara berjuluk Negeri Singa itu hanya menerapkan status Disease Outbreak Response System Condition (Dorscon) dari yang memiliki empat kategori warna dari hijau, kuning, oranye, dan yang terparah merah. 

Panduan Dorscon ini juga perna diterapka saat Singapura dilanda wabah SARS yang mampu ditangani dengan status oranye saja. Dengan status tersebut warga Singapura masih diizinkan bekerja dan beraktivitas namun dengan menjalankan social distancing dan memperketat penggunaan masker.

Namun, semenjak awal April lalu terjadi ledakan jumlah kasus covid-19. Mayoritas ledakan terjadi di permukiman padat yang ditinggali imigran. Singapura pun meninggalkan Dorscon dan menetapkan semi lockdown. Warga tidak lagi diizinkan beraktivitas di luar rumah, sekolah dan tempat-tempat umum ditutup.

"Hari ini mereka meledak. Ada satu wilayah yang padat 'slum area' dan 'migran workers' ada infeksi kontaminasi. Semua ini yang kami khawatirkan. Satu bangunan yang padat di situ terinfeksi sampai terjadi maka efeknya luar biasa. Karena itu kita jaga PSBB ini denga amat serius dan seluruh Jakarta saya minta dengan hormat mari kita ambil tanggung jawab. Saya tidak pernah kirim pesan kita sudah selesai. Saya tidak mau berspekulatif terhadap masyarakat," tegasnya. (A-2)

 

BERITA TERKAIT