29 April 2020, 09:19 WIB

DPRD Minta Bansos Tahap Kedua Lebih Transparan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria menuntut Pemprov DKI agar tepat sasaran dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Kejadian salah sasaran yang sempat terjadi harus diperbaiki dalam proses penyaluran bansos tahap kedua.

"Kita pernah rapat sama mereka (Dinsos) untuk minta data penerima bansos tahap pertama. Untuk tahap berikutnya lebih transparansi lagi," kata Iman kepada Media Indonesia, Rabu (29/4).

Iman menyinggung soal nama anggota DPRD dari Fraksi PDIP Jhonny Simanjutak yang masuk dalam penerima bansos DKI.

Baca juga: Penyeleweng Bansos akan Dipidanakan

Akurasi data, katanya sangat penting agar warga yang benar-benar membutuhkan menerima paket sembako selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Jangan ada anggota dewan lagi yang menerima. Kami kan juga bisa bantu awasi di dapil masing-masing. Bener enggak penerimaan bantuan itu. Asal dari mereka terbuka juga," tutur Iman.

Iman mengatakan warga yang rentan miskin bertambah dari hari ke hari. Hal ini imbas banyaknya perusahaan yang ditutup selama PSBB. Pendataan yang benar melibatkan RW juga harus dilakukan Pemprov DKI. Jangan sampai, sebutnya, data penerima bansos memakai data lama.

"Itu jadi concern kita. Saat ini angka warga yang telantar juga terlihat (naik). Yang kena PHK, hidupnya dari kost ke kost. Pulang kampung uda enggak boleh, kan harus diperhatikan juga," pungkas Iman.

Penyaluran bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahap dua ditunda sementara. Kepala Divisi Perkulakan Retail Distribusi PD Pasar Jaya Edison Sembiring mengungkapkan kini pihaknya sedang membahas terkait akurasi data penerima.

"(Bansos) ini sedang dibahas di tingkat Pemprov ya. Supaya dalam (penyaluran) bansos kedua ini lebih akurat semuanya," ujar Edison saat dikonfirmasi, Selasa (28/4). (OL-1)

BERITA TERKAIT