29 April 2020, 09:00 WIB

Pengungsi Internal di Dunia Kini 50,8 Juta Jiwa


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEJUMLAH 50,8 juta orang saat ini terpaksa menjadi pengungsi di dalam negara mereka sendiri di seluruh dunia sebagai akibat berbagai konflik dan bencana, sebuah penelitian mengungkapkan, Selasa (28/4).

Laporan tahunan terbaru dari Internal Displacement Monitoring Center (IDMC) yang dilansir Anadolu Agency, sebanyak 33,4 juta kasus perpindahan baru tercatat pada 2019--angka tahunan tertinggi sejak 2012.

"Sekitar 8,5 juta terjadi dalam konteks konflik dan kekerasan di negara-negara seperti Suriah, Republik Demokratik Kongo (DRC), Ethiopia, Sudan Selatan, dan Burkina Faso," kata laporan itu.

Baca juga: ​​​​Milisi Haftar Serang Rumah Sakit di Tripoli

Demikian pula, ditemukan sekitar 24,9 juta perpindahan baru telah dipicu oleh bencana, termasuk 4,5 juta oleh Topan Fani, yang melanda India dan Bangladesh, Topan Idai dan Kenneth di Mozambik, dan Badai Dorian di Bahama.

"Hujan lebat dan berkepanjangan mengakibatkan banjir meluas di Afrika, mengakibatkan 2 juta perpindahan baru," tambah laporan tersebut.

Statistik menunjukkan 45,7 juta orang di 61 negara, seperti Suriah, Kolombia, DRC, Yaman, dan Afghanistan, terlantar secara internal karena kekerasan dan konflik. Sementara itu, 5,1 juta orang lainnya di 95 negara telah mengungsi secara internal karena bencana.

Sementara menekankan perlunya bekerja untuk perdamaian guna menghentikan perpindahan di daerah konflik, laporan juga memperingatkan negara-negara tentang dampak wabah virus korona (covid-19), dengan mengatakan pandemi itu dapat meningkatkan jumlah pengungsi lebih lanjut.

IDMC yang berbasis di Jenewa didirikan pada 1998 sebagai bagian dari Dewan Pengungsi Norwegia. Sejak itu, lembaga ini menganalisis pengungsi atau perpindahan internal di seluruh dunia. (Daily Sabah/OL-1)

BERITA TERKAIT