29 April 2020, 08:29 WIB

Pemudik Meningkat, Jumlah Pasien Covid-19 di Garut Ikut Naik


Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Garut melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melaporkan adanya penambahan pasien positif covid-19. Ada 10 pasien positif tambahan, salah satunya balita berumur 2 tahun. Mereka kini dirawat di RSUD dr Slamet. Juru bicara Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki mengatakan satu pasien positif covid-19 yang baru terkonfirmasi merupakan balita laki-laki berusia dua tahun, warga Kecamatan Cibatu. 

"Pasien positif covid-19 di Kabupaten Garut mencapai 10 orang, satu sembuh, satu masih isolasi mandiri, 7 dalam perawaan. Dan salah satunya telah meninggal dunia. Pasien dalam pengawasan (PDP) 48 di antaranya 9 meninggal dunia," kata Ricky Rizki, Rabu (29/4). 

Ricky mengatakan meningkatnya jumlah pemudik ke Kabupaten Garut membuat Satgas Covid-19 kewalahan melakukan pemantauan. Tercatat 2.341 orang dalam pemantauan (ODP), namun sebanyak 2.214 orang telah selesai pemantauan.  

"Meningkatnya para pemudik dari zona merah ke Kabupaten Garut menyebabkan petugas kewalahan. Dari ribuan pemudik, ditemukan 529 orang tanpa gejala (OTG). Dari jumlah itu 292 OTG masih dalam proses pemantauan, dan sisanya telah selesai. OTG ini cukup berbahaya karena bisa menularkan tanpa ada gejala. Mereka bisa tertular karea kontak langsung dengan pasien positif covid-19 melalui kunjungan," terang Ricky.

baca juga: Selain Covid-19, DBD Juga Mengancam Warga Flores Timur

Satgas Covid-19 Garut juga menemukan dua WNA asal Bangladesh di Kecamatan Tarogong Kaler terkonfirmasi positif covid-19. Termasuknya salah satu dokter puskesmas di wilayah itu tersebut tertular. Adanya temuan itu, warga di Kecamatan Tarogong Kaler diminta untuk melakukan rapid test. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT