29 April 2020, 11:15 WIB

Brasil Potensial Jadi Episentrum Covid-19 Berikutnya


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KETIKA bagian-bagian dari Amerika Serikat dan Eropa bergerak secara bertahap meringankan langkah-langkah social distancing dan membuka sektor ekonomi tertentu, Brasil mungkin dapat menjadi hotspot baru dari pandemi virus korona jenis baru (covid-19).

Para pejabat kesehatan di Rio de Janeiro dan kota-kota lain di Brasil memperingatkan tentang rumah sakit, kamar mayat, dan permakaman yang kewalahan, ketika mereka mulai mengumpulkan jenazah korban yang telah meninggal di rumah.

Brasil melaporkan 4.674 kematian dan 68.188 infeksi, Selasa (28/4). Namun, angka sebenarnya diyakini lebih tinggi mengingat kurangnya tes dan pasien yang belum ke rumah sakit.

Baca juga: Angka Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus 5 Ribu

Kelangsungan hidup masyarakat adat Amazon di Brasil, Kolombia, dan Peru juga dipertaruhkan.

Leticia, ibu kota Amazon Kolombia, telah melaporkan 40 kasus dan dua kematian akibat virus yang sangat menular tersebut.

Gubernur Amazonas Jesus Galdino Cedeno mengatakan bantuan pemerintah yang diumumkan belum mencapai wilayah itu dan menyatakan keprihatinan tentang kasus yang dikonfirmasi di kota-kota terdekat di Brasil dan Peru yang semakin meningkatkan risiko yang dihadapi oleh sebagian besar penduduk asli.

Perawatan medis hanya disediakan dua rumah sakit, yang memiliki 111 tempat tidur gabungan untuk perawatan intensif.

Manaus, sebuah kota Amazon Brasil berpenduduk 1,8 juta jiwa, mencatat 3.833 kasus dan 304 kematian, termasuk 41 yang meninggal di rumah.

Di permakaman utama, para pekerja telah menggali kuburan massal dan industri pemakaman memperingatkan pekan lalu kota itu kehabisan peti jenazah.

Sementara itu, Presiden Peru Martin Vizcarra, awal pekan ini, memperpanjang karantina nasional hingga 10 Mei menyusul lonjakan kasus covid-19. Korban tewas mencapai 782 dengan 28.699 kasus di negara itu.

Argentina mengonfirmasi 4.003 kasus dengan 197 kematian karena covid-19.

Ekuador, Selasa (28/4), melaporkan 24.258 kasus positif dan 871 kematian. Selanjutnya Meksiko melaporkan 15.529 kasus yang diketahui dan 1.434 kematian pada Selasa (28/4). (AA/OL-1)

BERITA TERKAIT