29 April 2020, 07:13 WIB

Banyak Maling, Warga Giatkan Siskamling


Tosiani | Nusantara

MARAKNYA aksi kriminalitas di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah di saat pandemik covid-19, membuat warga di sejumlah desa menggiatkan ronda dan siskamling.  Ketua Rukun Tetangga Perumahan Villa Asri Madureso, Kecamatan Temanggung, Aris mengatakan pihaknya mendapat kabar bahwa di Kecamatan Kranggan telah terjadi aksi pencurian. Kabar adanya aksi kejahatan itu disikapi warga desa dengan menggiatkan siskamling.

"Kejadiannya Minggu (26/4) sekitar pukul 19.30 wib kami dapat info dari Kranggan bahwa ada maling yang lari ke barat, supaya kami bersiap. Semua warga keluar untuk berjaga," ungkap Aris, Selasa (28/4) malam. 

Beberapa perumahan lainnya yang berlokasi di daerah barat, seperti Cekelan dan Madureso ikut bersiaga mengantisipasi jika pencuri tersebut mencoba masuk ke perumahan-perumahan. Ketika itu, warga mendengar bahwa ada pencuri yang juga mencoba masuk ke wilayah Cekelan, kemudian dikejar warga, namun tidak tertangkap karena pencuri masuk ke area pemakaman.

"Kami tidak merasa cemas maupun takut, tapi antisipasi saja, jadi berjaga-jaga. Kami juga memasang lampu-lampu di beberapa lokasi jalan yang gelap," katanya.

Suprih, warga lainnya, mengatakan, sebelumnya ia juga menerima kabar bahwa pencuri mencoba memasuki wilayah Desa Gandon dan Desa Cekelan. Karena itu ia bersama warga lainnya menjadi waspada. Warga dibagi menjadi tiga tim setiap harinya. Tiap tim terdiri dari dua hingga tiga orang dan berjaga di tiga titik, yakni daerah atas, tengah dan bawah atau pintu masuk perumahan. Namun biasanya semua kaum lelaki ikut keluar berjaga di tiap pos

"Biasanya hanya ada dua orang security yang menjaga perumahan, kemudian portal ditutup. Tapi karena sudah ada warga yang jaga jadi portal dibuka," katanya.

Koordinator Tim Keamanan, Budi, mengatakan ide awal ronda malam didasari niat warga untuk membangunkan warga muslim untuk melakukan sahur pada dini hari. Namun karena situasi keamanan di luar daerahnya kurang kondusif, maka warga sekalian melakukan antisipasi gangguan kamtib

"Niat awalnya untuk membangunkan sahur warga villa. Berhubung situasi di luar kaya gini sekalian antisipasi saja. Tapi warga villa tidak ada yang cemas sama sekali, tidak ada yang takut. Warga rona dari pukul 21.00 wib sampai jam 03.00 wib," kata Budi.

baca juga: Sebaiknya DPRD Banjarmasin Keluar Dari Satgas Covid-19

Margo, warga Kaloran mengatakan, warga desanya juga mulai menggiatkan ronda malam belakangan ini. Upaya tersebut merupakan bentuk kewaspadaan agar daerahnya terhindari dari ancaman dan gangguan keamanan. Upaya antisipasi gangguan keamanan juga dilakukan warga Dusun Pare, Desa Danupayan, Kecamatan Bulu. Warga membagi menjadi beberapa tim. Tiap tim terdiri dari sembilan orang, sebagian berjaga di pos, sebagian keliling memantau situasi keamanan. Mereka melakukan ronda dari pukul 22.00 wib sampai pukul 04.30 wib.

"Mulanya kami mendengar ada kriminalitas di daerah lain, lalu kami langsung sigap menjaga keamanan dan menggiatkan ronda,"ujar Untung salah seorang warga. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT