29 April 2020, 08:00 WIB

Izin Latihan untuk Pemain Serie A Dinilai Diskriminatif


Akmal Fauzi | Sepak Bola

ASOSIASI Pesepak Bola Italia (AIC) mengecam keputusan pemerintah terkait kebijakan izin latihan untuk pemain sepak bola Liga Italia. Keputusan itu dinilai diskriminatif.

Perdana Menteri Giuseppe Conte telah mengizinkan warganya, termasuk pesepak bola, untuk berolahraga secara individu mulai 4 Mei. Tetapi untuk latihan sepak bola secara kelompok atau tim, harus menunggu hingga 18 Mei.

"Gagasan itu tampaknya diskriminatif, bahkan tidak masuk akal untuk membiarkan latihan olahraga individu, tetapi bukan pemain sepak bola profesional dan atlet lain untuk latihan tim," Kata Presiden AIC Damiano Tommasi.

Menurutnya, untuk atlet profesional seperti pesepak bola, fase latihan penting untuk menghindari cedera setelah kompetisi dihentikan cukup lama karena pandemi virus korona.

Baca juga: Klub La Liga Boleh Gelar Latihan Mulai 4 Mei

Sebelumnya, 20 klub Serie A sepakat menyelesaikan musim setelah dihentikan sejak 9 Maret. Namun, keputusan akhir tetap akan jatuh ke tangan pemerintah.

Menanggapi kritikan tersebut, Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spadafora mengatakan keputusan itu sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah Italia untuk menghadapi virus korona yang telah menewaskan lebih dari 27.000 orang.

"Kehati-hatian kami adalah satu-satunya hal yang memberikan secercah harapan bagi sepak bola untuk kembali berjalan," ujarnya.

Jika tidak seperti itu, kata Spadafora, pemerintah bisa mengambil kebijakan yang sama dengan Prancis yang menghentikan liga musim ini.

"Satu-satunya alternatif untuk kehati-hatian adalah mengikuti contoh yang ditetapkan Prancis serta berkata bahwa sepak bola selesai sampai di sini," kata Spadafora.

"Semuanya tergantung kepada kemampuan individu untuk menaati aturan. Jika kami berpikir kalau semuanya selesai pada 4 Mei, kami membuat kesalahan," jelasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT