29 April 2020, 06:00 WIB

Penyeleweng Bansos akan Dipidanakan


(DD/Ins/Ifa/J-2) | Megapolitan

KEMBALI bekerja setelah terpapar covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto langsung menyatakan perang terhadap pelaku penyimpangan bantuan sosial (bansos). Dia tidak akan segan-segan mencopot aparat di bawahnya, bahkan membawa mereka ke ranah hukum pidana.

Hal itu ditegaskan Bima saat memberikan arahan kepada 6 kepala dinas dan 3 camat yang dilantik Selasa (28/4). "Camat, pastikan tidak ada warga yang haknya dikhianati. Serap informasi dari warga. Tanggung jawab camat dan lurah, untuk pastikan itu.

Dalam satu bulan, kalau ada persoalan yang tidak dikendalikan, saya akan copot. Kalau ada camat, lurah, membiarkan ada permainan RT dan RW, kalau ada aparatur bermain-main, mencari materi, saya akan copot dan pidanakan," tegasnya. Peringatan Wali Kota Bogor tidak main-main karena memang bansos sering menjadi bancakan oknum di lapangan.

Di Jakarta, misalnya, penyaluran bansos dari Pemprov DKI juga ditunda sementara untuk menyinkronkan data penerima agar tiada yang dikhianati. Kepala Divisi Perkulakan Retail Distribusi PD Pasar Jaya Edison Sembiring mengungkapkan banyak warga yang belum terdaftar sebagai penerima paket sembako dari Pemprov DKI.

"Akan ada penambahan jumlah penerima bansos dan juga isi paket. Saat ini sedang digodok Pemprov DKI," jelas Edison di Jakarta, kemarin. Sementara itu, Kementerian Sosial terus menyalurkan bantuan sembako kepada warga. Kemarin, sebanyak 567 paket sembako dibagikan kepada warga Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Ci payung, Jakarta Timur. Bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan diterima langsung Ketua RW 10 Kelurahan Lubang Buaya. (DD/Ins/Ifa/J-2)

BERITA TERKAIT