29 April 2020, 05:55 WIB

Menyiasati Pesantren Ramadan di Saat Pandemi


YH/H-1 | Ramadan

KEBERADAAN pesantren Ramadan pada sekolah-sekolah di Padang ibarat suatu keniscayaan, tak terkecuali di tengah suasana pandemi virus korona (covid-19). Pemkot Padang tetap menyelenggarakan pesantren Ramadan dari tingkat SD hingga SMP. Kali ini pesantren Ramadan diadakan dengan sistem online atau daring.

“Jadi, kita putuskan tahun ini melalui sistem daring karena kita ingin anak-anak tetap belajar,” ujar Kabag Kesra Setdako Padang, Amriman.

Untuk jadwal pelaksanaannya, dimulai pada Minggu (26/4) dan akan berakhir pada Minggu (17/5).

Ada tiga model yang sengaja didesain dalam pembelajaran dan pelaksanaan pesantren Ramadan daring ini, yakni melalui grup WhatsApp, siaran langsung Padang TV, dan tugas mandiri yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dalam metode pembelajaran melalui grup WhatsApp, dipandu guru PAI, guru kelas, serta guru bidang studi. “Melalui grup WhatsApp ini, waktunya selama 2 jam per hari. Setiap Jumat libur. Jadi, semua anak-anak gabung di grup WhatsApp yang telah dibuat sebelumnya, yang harus dipandu orangtua,” ujar Amriman.

Pembelajaran melalui WhatsApp untuk tingkat SD dan SMP, materinya hafalan Alquran secara mandiri didampingi orangtua. Kemudian, ada pemaparan materi melalui video yang telah disiapkan guru. Siswa SD dan SMP bisa juga mengikuti pesantren Ramadan melalui siaran langsung Padang TV.

Nuansa Ramadan yang penuh hikmah juga  memanfaatkan teknologi virtual. Seperti yang dilakukan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Sumatra Barat (Sumbar), yang menggelar pengajian daring selama Ramadan 1441 Hijriah.

Kajian berdurasi 1  jam, termasuk sesi tanya-jawab, ini diminati ribuan orang. Ketua Ikadi Sumbar, Urwatul Wusqo, mengatakan pengajian dilaksanakan setiap hari selama Ramadan pukul 16.30 WIB disiarkan langsung lewat akun Facebook dan Instagram Lingkar Iman dan Padang Info.

Pengajiannya bertajuk Ngaji dari Rumah dalam rangka menyemarakkan syiar Islam di tengah berlangsungnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Disebutkan Urwatul Wusqo, ada sekitar 15 dai Ikadi Sumbar yang mengisi kajian secara bergantian dengan beragam tema, dari fikih ibadah, tafsir, hadis, hingga sejarah Islam. (YH/H-1)

BERITA TERKAIT