29 April 2020, 02:40 WIB

Pabrik Crumb Rubber Diimbau Tetap Beli Karet Petani


Dwi Apriani | Nusantara

GUBERNUR Sumatra Selatan Herman Deru mengeluarkan surat imbauan kepada pabrik crumb rubber yang ada di Sumsel untuk tetap membeli karet petani. Surat ini dikeluarkan menyusul perkembangan situasi Covid-19 di beberapa kabupaten/kota di Sumsel.

Dalam surat bernomor 520/1156/Disbun/2020 tersebut, pembelian karet petani oleh crumb rubber tetap dibutuhkan mengingat besarnya peran komoditas karet terhadap perekonomian masyarakat Sumsel. Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Fachrurrozi melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP), Rudi Arpian menjelaskan komoditi karet merupakan salah satu komoditi strategis di Sumsel.

Saat ini, luas kebun karet di Sumsel mencapai 1.307.011 hektare dengan produksi sebesar 1.117.569 ton karet kering. Kebun karet tersebut 95 persennya dimiliki oleh rakyat. Sebanyak 576.139 orang menggantungkan hidupnya dari hasil getah karet.

"Sehingga, apabila pabrik karet berhenti membeli karet petani, dampak sosial ekonominya sangat memberatkan masyarakat," ujar Rudi, Selasa (28/4).

Rudi mengatakan imbauan tersebut harus juga diimbangi dengan kebijakan yang membantu pengusaha dalam membeli karet petani. Menurut Rudi, pemerintah pusat dalam hal ini dapat mengucurkan bantuan pendanaan bagi pengusaha agar usahanya tetap berlangsung.

"Sebab, saat ini sedang terjadi penundaan ekspor lantaran pabrik ban dan industri strategis lainnya yang memanfaatkan crumb rubber berhenti sementara. Akibatnya pabrik tidak bisa mendapatkan uang pembayaran sehingga terjadi pengurangan produksi dan akhirnya akan mengurangi pembelian karet petani," katanya.

Pemerintah pusat, kata Rudi, perlu mendorong perbankan mempermudah akses pinjaman dana dengan bunga rendah bagi sektor industri crumb rubber yang kinerjanya terpukul virus korona. Dengan begitu, perusahaan dan tenaga kerja yang menghadapi masa sulit masih bisa terselamatkan.

"Mereka nantinya bisa mengembalikan pinjaman dengan menjual stok yang sudah dikumpulkannya saat ini," ungkapnya.

Rudi mengungkapkan harga getah karet di beberapa kabupaten/kota terjun bebas. Petani memilih pasrah yang penting masih ada yang mau membeli karetnya. "Harga di tingkat pengepul sudah ada yang menyentuh harga Rp.3.000 sampai Rp 3.500/kg terpaksa dilepas untuk memenuhi kebutuhan keluarga," terangnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT