29 April 2020, 05:05 WIB

Ahli Sarankan Embrio Bayi Tabung Disimpan


Ata/H-2 | Humaniora

PASANGAN suami istri (pasutri) harus sedikit bersabar jika i­ngin melakukan prog­ram bayi tabung di tengah pandemi virus korona baru (covid-19). Pasalnya, ada beberapa tindakan medis yang tidak bisa dilakukan demi keamanan bersama.

Program bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke rahim perempuan. Proses ini memakan waktu cukup lama dan membutuhkan konsultasi yang intensif.

Dokter kandungan yang juga Presiden Direktur PT Morula Indonesia, Ivan Sini SpOg, menyampaikan salah satu tindakan yang tidak disaran­kan saat pandemi ialah proses penanaman embrio ke rahim perempuan. Pasalnya, dokter belum bisa memprediksi sejauh mana pengaruh pandemi covid-19 terhadap ibu hamil, janin, dan bayi tabung.

“Program bayi tabung bertujuan menghasilkan kehamilan. Tapi di tengah pandemi covid-19 ini, kita enggak bisa prediksi. Saat ini, ada ketidaktahuan kita terhadap status covid-19 pada kehamil­an, terutama di kehamilan awal,” kata Ivan dalam konferensi pers daring bertajuk #Promildirumahaja yang diselenggarakan Morula IVF Jakarta, Kamis (16/4).

Dengan prosedur pencegahan yang ketat, pasutri disarankan untuk menyimpan embrio ataupun sel telur untuk ditanamkan di kemudian hari setelah pandemi covid-19 berakhir.

Sementara itu, untuk kebutuhan pemeriksaan laboratorium, dari analisis sperma hingga paket hidangan untuk meningkatkan kesuburan, pasutri masih bisa memanfaatkan layanan tersebut.

Selama pandemi belum ber­akhir, Ivan menyarankan pasutri untuk tetap fokus menjalani program hamil di rumah yang dipandu dokter lewat layanan konsultasi daring.

“Yang kita prioritaskan adalah aspek safety semua pihak. Karena itu, untuk prog­ram fertility kita jalankan di rumah saja dan dengan screening kesehatan yang ketat, melakukan rapid test hingga PCR untuk pasangan,” katanya.

Sementara itu, untuk mendukung program kehamilan dan meningkatkan kualitas sel telur dan sperma, pasutri disarankan untuk membentuk pola makan bergizi seimbang. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSU Bunda Jakarta, Marya Har­yono, mengungkapkan, asupan lemak tidak jenuh secara sehat bisa didapatkan dari minyak zaitun dan alpukat. Kemudian, untuk kebutuhan asam folat bisa didapat dari suplemen zink, zat besi, vitamin E, vitamin B, dan selenium. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT