29 April 2020, 03:55 WIB

Masih Banyak  yang tidak Taat PSBB


MI | Nusantara

PENERAPAN pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sumatra Barat (Sumbar) sejak 22 April lalu, belum mampu menekan tren penambahan warga yang positif terpapar virus korona (covid-19). Sebaliknya, kenaikan jumlah pasien positif covid-19 di provinsi itu malah mendekati penambahan secara eksponensial atau cukup tinggi.

Dalam siaran pers yang diterbit kan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, terungkap penambahan 23 kasus baru, kemarin. “Dengan penambahan 23 orang itu, total sampai 28 April 2020 pukul 10.00 WIB, warga Sumbar yang positif terinfeksi covid-19 sebanyak 144 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal.

Sehari sebelumnya, lanjut Jasman, terdapat penambahan 19 kasus. Menurutnya, penyebab kasus-kasus baru tersebut tidak lagi karena imported case atau kasus positif covid-19 yang menimpa sese orang yang baru kembali dari luar negeri. Namun, kini telah menular secara local transmission atau penularan secara lokal akibat interaksi dengan orang yang telah terinfeksi sebelumnya.

Terpisah, Wali Kota Padang, Mahyeldi, mengatakan sekitar 10% masjid di kota itu masih menggelar salat tarawih dan salat Jumat berjemaah. Padahal, Pemerintah Kota Madya (Pemkot) Padang ber sama MUI dan Forkopimda sudah mengeluarkan instruksi peniadaan salat berjemaah di masjid, baik salat lima waktu, salat Jumat, maupun tarawih. Namun, kata Mahyeldi, masih saja ada masjid yang menggelar tarawih dan salat Jumat berjemaah.

Terpisah, pelaksanaan PSBB hari pertama di Suraba ya Raya, kemarin, ditandai kemacetan panjang sekitar 2 kilometer di pintu masuk kota, tepatnya di pos check point Bundaran Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Hal serupa juga terjadi di pintu masuk dari arah Mojokerto. Kemacetan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB tersebut dipicu tingginya volume mobil yang didominasi kendaraan pribadi.

Selain itu, warga juga masih banyak yang belum menaati aturan PSBB. Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Budi Indra Dermawan, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi dan imbauan agar warga menaati aturan PSBB.

Di Semarang, Jawa Tengah, pemkot bersama kepolisian setempat kembali menutup sejumlah ruas jalan. Hal itu menyusul penutupan 10 ruas jalan dalam kota yang telah dilakukan sebelumnya. Sejauh ini, upaya Pemkot Semarang berhasil secara signifikan menurunkan jumlah warga yangterpapar covid-19. (YH/HS/AS/DG/BB/SS/ N-3)

 

BERITA TERKAIT