28 April 2020, 23:20 WIB

Warga Sidoarjo Dirikan Check Point Mandiri


Heri Susetyo | Nusantara

SELAMA penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus penyebaran covid-19, warga Desa Punggul Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mendirikan sejumlah check point mandiri di setiap pintu masuk desa. Sedikitnya ada tujuh check point yang didirikan warga Desa Punggul di setiap wilayah rukun tetangga (RT) di pintu masuk desa.

Selama penerapan PSBB di Sidoarjo sejak 28 April 2020, semua warga yang masuk Desa Punggul akan mendapatkan pengawasan ketat. Semua orang yang masuk desa termasuk warga, harus mengenakan masker dan akan diperiksa suhu tubuhnya. Pengetatan pengawasan keluar masuk orang di desa yang terkenal dengan Kampung Topi ini, akan diberlakukan selama PSBB hingga dua pekan ke depan.

Sementara untuk orang yang akan bertamu ke rumah warga harus meninggalkan kartu identitasnya di pos check point. Waktu bertamu pun dibatasi maksimal dua jam dan tidak boleh di atas pukul 20.00 .

Penghuni rumah kos yang baru datang dari luar kota juga diwajibkan lapor ke pengurus desa setempat. Sementara khusus untuk tamu penghuni rumah kos dilarang masuk ke desa.

"Di desa kami ini banyak rumah kos yang dihuni warga luar kota," kata Khoirul Anam, 47, salah satu warga Desa Punggul, Selasa (28/4). (R-1)

BERITA TERKAIT