28 April 2020, 22:45 WIB

Ribuan Pekerja di Kota Yogyakarta Dirumahkan


Ardi Teristi | Nusantara

WAKIL Wali Kota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid 19, Heroe Poerwadi menyampaikan saat ini sudah ada 204 perusahaan yang melaporkan jumlah karyawan yang dirumahkan dan mengalami pemutusan hubungan kerja.

"Jumlah yang dirumahkan 7.108 orang dan yang di-PHK ada 173 orang," katanya, Selasa (28/4). Dari jumlah tersebut, 5.203 orang pekerja berasal dari sektor pariwisata, seperti hotel, restoran, dan biro perjalanan.

Dia berharap, pada minggu ini selesai pencocokan data dan sasaran. Dengan  demikian, program bantuan langsung bisa segera diluncurkan.

"Saat ini lurah-lurah juga sedang kita minta melakukan verifikasi dan validasi atau mencocokkan lagi dengan kondisi lapangan," lanjut Heroe.

Sampai saat ini, dia mencatat, ada 53.319 KK di Kota Yogyakarta yang akan menerima skema bantuan tunai, baik yang akan diberikan oleh Kemensos, Provinsi DIY dan Pemeritah Kota Yogyakarta. "Artinya ada 38.3% KK di Kota Yogyakarta yang akan mendapat bantuan tunai selama masa Covid-19," kata dia.

Masyarakat yang mendapatkan bantuan tunai adalah mereka yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari kementerian Sosial, data Keluarga sasaran Jaring pengaman sosial (KSJPS) milik Pemkot Yogykarta, serta mereka yang terdampak Covid-19 ini.

Bentuk bantuan skemanya berbeda-beda, ada yg Rp200.000 per bulan, ada yang 9 bulan (non PKH dan BPNT), ada yang 12 bulan (penerima PKH dan BPNT), dan ada bantuan langsung tunai yang Rp600.000 per bulan tapi hanya 3 bulan.

Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan kepada mereka yang terdata dalam KSJPS dan yang terdampak lainnya di luar DTKS, atau DTKS yg belum mendapat program apapun. Bantuan dari Pemkot Yogayakarta diambilkan dari APBD pemerintah Kota Yogyakarta. (R-1)

 

BERITA TERKAIT