28 April 2020, 20:39 WIB

Lion Air Group Angkut Pebisnis mulai 3 Mei 2020


Windy Dyah Indriantari | Ekonomi

LION Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group akan kembali beroperasi di dalam negeri dengan penjadwalan mulai 3 Mei 2020.

"Operasional Lion Air Group dengan perizinan khusus (exemption flight) dari regulator, yakni Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), untuk melayani pebisnis bukan dalam rangka mudik," ungkap Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam siaran pers, kemarin.

Baca juga:BKPM dan CJ Indonesia Distribusikan 75.000 Paket Donasi Makanan

Penerbangan juga untuk angkutan kargo, perjalanan bagi pimpinan lembaga tinggi negara RI atau tamu kenegaraan; operasional kedutaan besar; konsulat jenderal; konsulat asing; serta perwakilan organisasi internasional yang memiliki kedudukan di Indonesia.

Layanan penerbangan mencakup pula operasional penegakan hukum, ketertiban dan pelayanan darurat; layanan penerbangan khusus (repatriasi) untuk pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA), dan lainnya atas seizin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Menurut Danang, layanan penerbangan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Rebulik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa angkutan udara Idul Fitri periode 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

Rencana operasional akan melayani rute-rute penerbangan dalam negeri termasuk kota atau destinasi berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan wilayah dengan transmisi lokal atau daerah terjangkit (Zona Merah).

"Maka bagi pebisnis dan calon tamu atau penumpang dengan tujuan pengecualian, wajib memenuhi protokol penanganan covid-19 melalui pengisian kelengkapan dokumen dan melampirkan sebelum keberangkatan berdasarkan persyaratan," papar Danang.

Persyaratan yang dimaksud meliputi surat keterangan sehat dari rumah sakit setempat, yang menerangkan bebas atau negatif covid-19 dengan ketentuan maksimum tujuh (7) hari setelah hasil uji keluar. Surat juga menerangkan calon penumpang yang bersangkutan telah melakukan rangkaian pemeriksaan melalui metode tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test), swab test atau PCR (Polymerase Chain Reaction).

Kedua, terperinci mengisi surat pernyataan di rute PSBB atau zona merah yang disediakan oleh Lion Air Group. Ketiga, melampirkan surat keterangan perjalanan dari instansi/ lembaga/ perusahaan yang menjelaskan bahwa calon tamu atau penumpang bepergian menggunakan pesawat udara bukan untuk mudik.

"Bagi pedagang atau pengusaha logistik yang tidak memiliki instansi dapat membuat surat pernyataan untuk berdagang/ transaksi secara benar," ujar Danang.

Para calon penumpang tetap harus mengikuti ketentuan lain yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga:Kemenhub Izinkan Lion Air Terbang ke Zona Merah dan PSBB

Danang memastikan, sebelum penerbangan, Lion Air Group bekerja sama dan koordinasi dengan petugas layanan darat (ground handling), petugas keamanan (aviation security) dan pihak lainnya menegakkan protokol kesehatan. Awak pesawat dan seluruh tamu wajib menjalani pengecekan suhu badan, mencuci tangan, membersihkan tangan dengan cairan (hand sanitizer) dan penggunaan masker secara tepat.

Sebagai langkah antisipasi utama mengenai dampak wabah covid-19, Lion Air Group telah menjalani dan meningkatkan fase pengerjaan sterilisasi, penyemprotan (disinfektan) pesawat yang meliputi pembersihan badan pesawat, penggantian saringan udara kabin, kebersihan kabin, kokpit, dan kompartemen kargo. (A-3)

BERITA TERKAIT