28 April 2020, 20:21 WIB

Bayi Baru Lahir di Malaysia Positif Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KEMENTERIAN Kesehatan Malaysia, Selasa (28/4), mengonfirmasi kasus covid-19 yang menginfeksi bayi baru lahir di negara itu. Bayi tersebut dinyatakan positif 18 hari setelah dilahirkan.

Namun, kementerian belum menentukan apakah bayi itu tertular virus dari ibunya, yang merupakan pasien covid-19, sebelum atau setelah kelahiran.

Baca juga:Tren Penurunan Kematian Akibat Covid-19 di Spanyol Terus Berlanju

Selama briefing pers hariannya tentang situasi covid-19, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah tidak memberikan perincian tentang jenis kelamin bayi tersebut.

"Ya, ada kasus bayi baru lahir ditemukan positif terjangkit covid-19 18 hari setelah bayi itu lahir,” ujarnya.

"Namun, tidak ada masalah selama kehamilan dan sebagainya. Kami tidak yakin apakah virus itu ditularkan selama kehamilan," katanya, menambahkan tidak ada komplikasi selama persalinan.

Noor Hisham, Selasa (28/4), mengatakan jumlah harian kasus covid-19 positif baru di negara itu diperkirakan akan turun menjadi satu digit pada pertengahan Mei.

Dia mengatakan proyeksi ini didasarkan pada tren kasus positif baru yang dilaporkan setiap hari turun menjadi dua digit dalam seminggu terakhir.

Baca juga:Dukung Indonesia Lawan Covid-19, UEA Sumbang Alat Kesehatan

Namun, ia mengingatkan apakah target ini dapat dicapai atau tidak tergantung pada kepatuhan masyarakat terhadap norma-norma baru yang telah dipraktikkan sejak Perintah Kontrol Gerakan (MCO) dilaksanakan pada 18 Maret.

"Jika tidak perlu keluar, tetap di rumah ... ini adalah pesan kami. Sekarang yang paling aman untuk dilakukan adalah tinggal di rumah; tidak ada infeksi dari satu orang ke orang lain,” ujarnya.

"Jumlah kasus infeksi juga telah menurun. Kami berharap jumlah 1.700 kasus (infeksi) sekarang akan turun menjadi 1.000 dan kemudian menjadi 500," tandasnya pada briefing media harian tentang covid-19. (NST/Bernama/Hym/A-3)

BERITA TERKAIT