28 April 2020, 20:00 WIB

ICDX Perdagangkan Kontrak Berjangka Minyak Mentah WTI


Mediaindonesia.com | Ekonomi

BURSA Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) resmi memperdagangkan kontrak berjangka minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) pertama di Asia Tenggara dimulai 27 April 2020. Hadirnya kontrak ini menandai era baru perdagangan multilateral di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

CEO ICDX Lamon Rutten mengatakan, ICDX hadir menjawab tantangan dan kesempatan menghadirkan pasar minyak mentah global yang dapat diperdagangkan di Indonesia. Hal itu melihat besarnya potensi perdagangan global minyak mentah di waktu mendatang.

Baca juga:BKPM dan CJ Indonesia Distribusikan 75.000 Paket Donasi Makanan

Rutten menambahkan, ada perbedaan antara kontrak minyak mentah WTI bursa Chicago dan kontrak berjangka minyak mentah WTI ICDX. Menurutnya, kontrak minyak mentah WTI bursa Chicago dapat diserahkan dalam bentuk fisik minyak mentah dalam penyelesaian kontrak.

"Sedangkan kontrak berjangka minyak mentah WTI ICDX penyelesaiannya hanya dalam bentuk tunai,” ujar dia dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Selasa (28/4/2020).

Sebagai informasi, kontrak tersebut diberi kode COFU10 dan COFU100 yang menandakan ukuran kontrak yang termasuk variasi kontrak mini dan mikro GOFX milik ICDX. COFU10 merupakan kontrak mikro dengan ukuran 10 barel sementara COFU100 merupakan kontrak mini dengan ukuran 100 barel. Kedua kontrak tersebut diperdagangkan dalam mata uang US Dollar (USD).

“Harga minyak mentah menjadi salah satu indikator kondisi ekonomi yang mencerminkan kondisi global. Oleh sebab itu minyak mentah dapat dikatakan sebagai salah satu key driver atas penggerak harga perdagangan komoditas lainnya,” lanjutnya.

Ia menambahkan, ada peluang menarik melalui konsep arbitrase antara harga minyak mentah dengan suatu pasangan mata uang. Minyak mentah secara umum diperdagangkan dalam mata uang USD, tetapi dijual secara global.

Untuk negara-negara dengan mata uang berbeda dengan USD, ketika mata uangnya melemah, maka harga minyak mentah dalam mata uang lokal tersebut meningkat dan mengurangi permintaan minyak secara lokal.

"Dengan kata lain, ada tendensi kuat akan korelasi yang negatif antara nilai tukar mata uang negara-negara lain terhadap USD dengan harga minyak mentah, bahkan kontrak berjangka WTI," lanjut Lamon.

Baca juga:Menkop Sebut Transaksi Daring Meningkat 350 Persen

ICDX menawarkan lima kontrak berjangka (untuk tiga bulan kedepan dan kemudian dua kuartal berikutnya) agar para investor dapat bertransaksi jangka pendek maupun pada fundamental ekonomi jangka panjang dari pasar minyak.

Tergabungnya kontrak minyak mentah COFU dalam GOFX (Gold, Oil & Forex) menjadi sinergi positif yang dapat menjadi momentum bagi trader dan juga investor berjangka dalam bertransaksi komoditas. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT