28 April 2020, 19:42 WIB

Sudah 101 Perusahaan Ditutup Akibat Langgar PSBB Jakarta


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menutup sementara 101 perusahaan karena melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Petugas dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Dinaskertrans) DKI telah melakukan inspeksi terhadap 660 perusahaan di enam wilayah kota administratif dan kabupaten sejak penerapan PSBB hingga Senin (27/4) kemarin.

Dari 101 perusahaan yang ditutup sementara, mayoritas berada di wilayah Jakarta Selatan dengan jumlah 33 perusahaan.

Baca juga: PSBB di Jakarta Diperpanjang Sampai 22 Mei

"Sisanya, 16 perusahaan di Jakarta Pusat, 26 perusahaan di Jakarta Barat, 19 perusahaan di Jakarta Utara, 7 Jakarta Timur dan nihil di Kepulauan Seribu," jelas Kepala Dinaskertrans DKI, Andri Yansyah, Selasa (28/4).

Ratusan perusahaan yang ditutup tidak termasuk dalam 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020.

Temuan petugas Disnakertrans lainnya ialah sebanyak 119 perusahaan yang tidak dikecualikan saat PSBB, namun mengantongi izin dari Kementrian Perindustrian, ternyata belum melaksanakan protokol kesehatan secara menyeluruh.

Baca juga: Banyak Perusahaan Buka Atas Izin Kemenperin, Pemprov DKI Kecewa

Laporan lain, yaitu 440 perusahaan yang masuk dalam sektor pengecualian, masih belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan. Pihak Disnakertrans pun memberikan peringatan terhadap pelanggaran tersebut.

Seperti diketahui, 11 sektor usaha yang diizinan beroperasi selama PSBB, yakni kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis dan pelayanan dasar. Selanjutnya, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional, serta kebutuhan dasar.(OL-11)


 

 

BERITA TERKAIT