28 April 2020, 18:24 WIB

Klub Minta LIB Bahas Nasib Kompetisi


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

SEKRETARIS Umum Persiraja Rahmat Djailani meminta PT LIB sebagai operator Liga 1 dan 2 mulai membahas mengenai nasib kompetisi.

Ia mengatakan, klub menunggu sejumlah opsi yang dikeluarkan PT LIB. Dalam hal ini, kata ia, langkah-langkah ketika kompetisi akan dilanjutkan atau justru akan dihentikan total ketika pemerintah tak mencabut masa tanggap darurat covid-19 yang ditetapkan pada 29 Mei.

Ketika PT LIB menghadirkan keputusan, maka klub bisa mengambil langkah berikutnya, khususnya mengenai kontrak pemain, pelatih, dan ofisial.

"PT LIB harus fokus pada pembicaraan alternatif soal kompetisi. Itu kan juga harus dibicarakan payung hukum supaya klub tidak digugat. Klub bisa mengambil keputusan yang sesuai regulasi," kata Rahmat, ketika dihubungi, Selasa (28/4).

Ia mengaku tak mau berkomentar lebih jauh mengenai konflik internal yang sempat berhembus belakangan ini. Direktur PT LIB Cucu Somantri menempatkan anaknya Pradana Aditya Wicaksana di posisi general manager.

Kabar itu kemudian dibantah Cucu dan ia mengaku tak akan menempatkan anaknya di jajaran PT LIB. Meski demikian, Pradana selama ini kerap terlibat dalam aktivitas PT LIB.

"Jadi, saya pikir bapak-bapak di Jakarta bijaklah dalam memutuskan persoalan. Sekarang fokusnya bukan kisruh, tapi fokus pada pembenahan kompetisi," pungkas Rahmat.

Sementara itu, Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso juga menunggu kelanjutan Liga 1. Melihat kondisi saat ini, Aji menilai opsi menggelar turnamen khusus ketika Liga 1 terpaksa dihentikan total patut dipertimbangkan.

"Saat ini tentu kami ingin segera melanjutkan kompetisi, tetapi sepertinya sangat tidak mungkin dalam waktu dekat akan ada kompetisi lagi mengingat korban covid-19 semakin bertambah,” kata Aji.

“Menurut saya turnamen pengganti paling pas, ya kalau sampai kompetisi berhenti,” imbuh Aji.

Aji menilai turnamen pengganti bisa digelar dalam waktu dua bulan. Sehingga, jika kondisi mulai membaik pada Juli atau September bisa rampung pada akhir tahun.

Ia mengatakan kompetisi khusus itu bisa meniru Piala Presiden atau Piala Gubernur Jatim yang membagi tim dalam beberapa grup sebelum lolos ke fase gugur.

“Selama dua bulan juga sudah selesai palingan. Itu kan bisa dibagi ke dalam beberapa grup,” pungkasnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT