28 April 2020, 18:22 WIB

Pemerintah Apresiasi Masyarakat yang Sebarkan Berita Positif


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengapresiasi masyarakat yang membagikan berita positif terkait pandemi covid-19.

Pengelola akun media sosial BNPB yang tergabung dalam Gugus Tugas pun mengirim ulang berita positif, agar semakin tersebar luas di tengah masyarakat.

Berita positif tidak hanya pengalaman, namun juga pemikiran terhadap situasi di tengah pandemi covid-19. Mengingat, banyak warga yang membutuhkan dukungan untuk melewati masa krisis. Pemerintah tidak mampu bekerja sendiri. Sehingga, membutuhkan sinergi dan kolaborasi pentaheliks, termasuk dari masyarakat.

Baca juga: MUI Tegaskan Tebar Kepanikan dan Hoaks Covid-19 Haram

“Mereka sejatinya insan-insan luar biasa, mencurahkan pemikiran dan keterampilan dengan membuat konten baik dan positif di media sosial. Terima kasih untuk sumbangsih dalam berbagi pesan terkait covid-19," ujar Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam telekonferensi, Selasa (28/4).

Lebih lanjut, dia menekankan tindakan positif ini patut ditiru dan dilakukan banyak orang. Salah satu yang beredar luas di jejaring sosial ialah pesan dari Michael Marampe, seorang dokter yang menangani pasien covid-19.

Dalam video pendek, dia berbagi cerita tentang perawatan pada hari kedelapan dan menyatakan rasa bangga sebagai dokter. Dengan profesinya, dia bisa membantu dan melayani banyak orang. Tidak ada penyesalan sedikit pun.

Baca juga: Milenial Perlu Perangi Hoaks Covid-19

“Buat teman-teman semua di garda terdepan tetap semangat dan wajib menggunakan APD yang lengkap. Selalu semangat teman-teman semua,” bunyi pesan Michael yang akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (25/4) lalu.

Doni berharap masyarakat lebih bijak dalam menyerap informasi di jejaring media sosial. Dia juga mengajak untuk menyebarluaskan konten positif. Penanganan covid-19 dikatakannya membutuhkan kolaborasi dan sinergi, berikut dukungan satu sama lain.

Berdasarkan pantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika per Selasa (28/4) ini, total isu hoaks terkait covid-19 berjumlah 607. Sedangkan pantauan pada 18 April lalu, tercatat 554 isu hoaks tersebar di 1.209 platform digital, seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT