28 April 2020, 17:41 WIB

KOI Upayakan Pencairan Dana Olimpic Solidarity


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Oktohari mengungkapkan akan mengajukan proposal pencairan dana bantuan Olimpic Solidarity dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

“Dana ini adalah dana yang harus dikejar, jadi jika kita tidak mengajukan, dananya bakal diakumulasi ke tahun berikutnya,” ungkap Oktohari, Selasa (28/4).

Baca juga: Bos MotoGP Optimistis Balapan Bisa Digelar pada Juli

Oktohari belum bisa memastikan jumlah anggaran yang bakal diberikan IOC dalam bentuk Olympic Solidarity itu, dia mengatakan tiap negara mendapatkan besaran yang berbeda. “Besarannya beda-beda tiap negara,” tambahnya.

Oktohari menjelaskan dana Olimpic Solidarity yang diberikan IOC setiap tahun ada anggarannya, dana tersebut diperuntukan untuk berbagai program kegiatan, dia menyebut ada beberpa klasifikasi program yang memiliki jatah dari dana ini, diantaranya untuk atlet, kepengurusan, organisasi, promosi olimpiade dan lainnya.

Menurut Oktohari, pencairan dana tersebut berdasarkan pengajuan dari Komite Olimpiade Nasional (NOC) kepada IOC, proposal pengajuan NOC harus disesuaikan dengan berapa banyak dana yang dialokasikan untuk NOC Indonesia.

“Programnya juga disesuaikan, jadi tidak bisa ada program yang beda-beda. Misalnya dana untuk pembinaan atlet tidak bisa dipakai untuk program lain, atau juga dana promosi olimpiade misalnya, itu tidak bisa dipakai untuk kegiatan lain,” terangnya.

Oktohari mengatakan saat ini KOI masih tahap berkomunikasi dengan organisasi pimpinan Thomas Bach itu untuk bisa mendapatkan dana bantuan dari program Olympic Solidarity.

Sementara Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menambah subsidi kepada Komite Olimpiade Nasional sebagai persiapan Olimpiade 2020 Tokyo.

Baca juga: Selama Ramadan, Ahsan Tetap Latihan Ringan

"Terkait penambahan anggaran, nanti saya minta breakdown dulu kepada IOC, baru nanti saya publikasikan,” pungkasnya.

Dana yang dikucurkan IOC merupakan bagian dari Program Olympic Solidarity. Melalui situs resminya IOC menyebutkan dana kepada NOC mengalami peningkatan sebanyak US $ 10,3 juta atau Rp 160 miliar. Total dana yang disediakan oleh organisasi pimpinan Thomas Bach itu sebanyak US$ 57 juta atau Rp 877,8 miliar. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT