28 April 2020, 17:26 WIB

Tak Ada Lowongan, Pemilik Ijazah D4 Kebidanan Pillih Dagang Sayur


Ignas Kunda | Nusantara

EREN Mika sudah menata beragam sayur mayur di  Pasar Danga Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, selama sebulan terakhir ini.

Selagi pasar masih sepi, dia menyusun tomat, terung, sayur-sayuran. Ada kacang panjang, wortel, cabai keriting, jeruk purut, dan beragam dagangan lainnya di saat pasar masih sepi.

"Rezeki mulai datang pada pagi hari. Makanya harus bangun pagi siap ke pasar," katanya, Selasa (28/4).

Baca juga: 26 Tenaga Medis Dinyatakan Sembuh

Profesi dagang sayur mayur dijalani pemegang ijazah D4 dari sebuah universitas di Kota Malang, Jawa Timur.

"Sudah sejak sebulan saya bantu dan jaga orangtua saat wabah virus korona atau covid-19. Saya tidak malu meski saya D4 kebidanan. Ini ada uang halal dan setiap hari saya bisa pegang uang," jelasnya.

Dia mengakui kerap membantu orangtuanya berjualan di pasar di masa bersekolah ataupun saat liburan kuliah. Seiring dengan pandemi virus korona, dia praktis menggantikan posisi orangtuanya. Pasalnya, tidak ada pekerjaan sesuai bidang ilmunya lagi di Kota Mbay.

"Saya tidak malu jualan begini. Uang hasil berjualan juga kadang membantu orangtua untuk membayar orang yang bekerja di sawah," ungkapnya.

Apalagi, dari kegiatan berjualan, Eren bisa meraup keuntungan dari Rp500 ribu-Rp1 juta dalam sehari.

"Kalau hari pasar (setiap Sabtu) bisa dapat sampai Rp1 juta tapi hari biasa paling tinggi, " katanya.

Akan tetapi, Eren tetap merasa waswas terhadap pandemi virus korona. Sehingga, dia tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan saat berjualan. Seperti, membersihkan diri dahulu sebelum memasuki rumah sepulang dari pasar.

"Situasi saat virus korona ini sulit. Kita harus waspada tetapi jangan malu kalau tidak bekerja di kantor. Yang begini-begini juga bisa. Bisnis kecil-kecilan, uang ada terus jadi bisa bantu yang lain," pungkas Eren. (X-15)
Ignas Kunda

BERITA TERKAIT