28 April 2020, 17:11 WIB

Piala Dunia U-20 Terganggu jika Internal PSSI Bermasalah


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

PENGAMAT sepak bola nasional Eko Noer Kristiyanto berharap isu kisruh antara dua pucuk pimpinan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Ketua Umum Mochamad Iriawan dan wakilnya Cucu Somantri tidak berlarut-larut.

Seperti diketahui, hubungan Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan dan wakilnya yang juga menduduki Direktur PT LIB, Cucu Somantri tengah tak harmonis. Keduanya dinilai tak lagi klop.

Cucu dinilai kerap memberikan pernyataan ke publik dan mendahului Iriawan. Salah satunya ketika Cucu mengatakan Wasekjen PSSI yang juga adik ipar Iriawan, Maaike Ira Puspita akan mengisi kursi Sekjen PSSI yang ditinggalkan Ratu Tisha.

Pernyataan itu kemudian diralat oleh Cucu dan mendapat tanggapan keras dari komite eksekutif PSSI, karena Cucu harus mengacu statuta terkait pengisian kursi Sekjen.

Belum lagi konflik kepentingan ketika Iriawan memilih Maaike menjadi Wasekjen. Lalu, Cucu menempatkan anaknya, Pradana Aditya Wicaksana sebagai general manager PT LIB.

Eko meyakini dua sosok yang sarat pengalaman dari TNI dan Polri itu akan segera harmonis dan menepikan kepentingan masing-masing. Terlebih dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang membutuhkan soliditas semua pihak.

Ia mengatakan jangan sampai kisruh ini terus berlarut dan menganggu event terbesar yang pernah digarap PSSI tersebut.

"Mereka orang-orang terlatih, saya yakin dengan saling berbicara saja semua bisa selesai. Ini (Piala Dunia U-20) bisa mempererat kembali karena mereka harus sama-sama fokus," kata Eko, ketika dihubungi, Selasa (28/4).

Meski demikian, Eko mengatakan kedua belah pihak harus berhati-hati terhadap pihak yang mencoba memancing di air keruh. Ia mengatakan keduanya harus bisa melihat situasi ini dengan kepala jernih agar kisruh tak berkepanjangan.

"Yang diwaspadai adalah orang-orang yang berpotensi memanfaatkan isu ketidakharmonisan ini. Orang-orang yang ikutan masuk tanpa terlibat proses konstitusional sebelumnya," kata Eko. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT